Berita

Hamid Muhammad/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hamid Muhammad: Kepala Sekolah Harus Pastikan Siswa Yang Diusulkan Menerima KIP Betul-betul Miskin

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 10:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah tengah menggenjot peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Hingga kini tercatat lebih dari 19 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sedang dalam proses peny­aluran kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Berikut penuturan Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud;

Jumlah KIP yang disalurkan oleh Kemendikbud berapa?
Sesuai dengan target kan, 17,19 juta siswa. Sementara yang dari Kementerian Agama ada 1,8 juta siswa.

Itu sudah disalurkan semua?

Itu sudah disalurkan semua?
Belum, yang sudah disalurkan kemarin kan sekitar 13 juta ya.

Kenapa sampai ada yang belum disalurkan?
Yang belum ini karena sedang divalidasi lagi.

Jumlah 13 juta itu dari 2014 kemarin ya?
Bukan, itu data yang terbaru, jumlah yang disalurkan 2017 ini. Kan sudah ada berbagai pe­rubahan. Ada yang sudah tamat SMA-SMK selesai kan. Lalu ada juga yang masuk madrasah. Yang masuk madrasah kan jadi urusan Kementerian Agama kan. Kalau pun dia sudah punya kartu.

Data siswa yang pindah ke madrasah ini tetap ada di Kemendikbud?
Oh ya sudah, sudah selesai. Sudah tidak kami urus lagi. Siswa yang lanjut lagi ke madra­sah aliyah, ya harus disetorkan kepada kepala sekolahnya. Dia mengikuti mekanisme yang ada di Kemenag. Saya kan enggak tahu bagaimana di Kemenag.

Tapi mereka tetap menerima dana seperti yang ditetapkan?

Iya.

Berapa jumlah dana PIP yang sudah dicairkan sampai saat ini?
Sudah lihat di Si Pintar? Cek di Si Pintar itu saja. Itu kan datanya kami update setiap Jum'at.

Pencairannya kapan Pak?
Pencairan kan terus ini jalan. Sekarang itu pasti akan lebih lambat, karena sekaligus kan ada buku tabungan, dan ada kartu yang basisnya ATM. Itu memang butuh waktu yang lebih lama. Jadi tidak hanya sekedar bagi-bagi. Kalau cuma bagi-bagi sih cepet.

Untuk anak - anak yang be­lum terdata bagaimana?
Ya harus diusulkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Harusnya resminya sih di­usulkan ke dinas sosial dulu. Dinas Sosial mengusulkan ke Kemensos. Kemensos divali­dasi tuh, betul enggak ini dari keluarga miskin. Nah, itu bi­asanya yang diusulkan sekarang baru tahun depan dapatnya. Tapi kan Kemendikbud ngasih cara yang lebih cepat, yaitu mela­lui Dapodik. Kemudian dari Dapodik kami langsung kirim ke Kemensos untuk dicek.

Yang bisa memasukan ke Dapodik itu siapa?
Ya masing-masing kepala sekolahnya.

Sejauh ini data yang dimasukan ke Dapodik bermasalah enggak?
Kan Kepala sekolahnya sudah memastikan bahwa yang diusulkan itu betul-betul miskin. Karena mereka harus tanda tangan di situ. Bikin surat pernyataan dengan tanggung jawab mutlak, bahwa anak itu sedang bersekolah di situ.

Dan yang kedua, si anak ini betul-betul dari keluarga miskin. Baru di-klik ke Dapodik. Begitu masuk ke Dapodik, masuk ke kami, kami kirim ke Kemensos biar di cek di data base mereka. Karena yang boleh mengeluar­kan data siswa miskin itu ber­dasarkan undang-undang adalah Kemensos.

Kemdikbud kan minta kenai­kan anggaran di RAPBN 2018 Rp 2,012 triliun. Tambahan itu untuk apa saja?
Rp 2,012 triliun itu terdiri dari Rp 7,8 miliar untuk Sekretariat Jenderal (Setjen), kemudian Rp 1,077 triliun untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUDDIKMAS), Rp 172 miliaruntuk Balitbang, Rp 101,9 miliar untuk Badan Bahasa, Rp 86,846 untuk ke­budayaan, dan Rp 565,3 miliar untuk Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Penambahan ang­garan tersebut digunakan untuk penambahan sasaran Bantuan Operasional Pendidikan nonfor­mal, yakni paket A, B dan C serta kursus keterampilan. Kemudian, meningkatkan layanan pendidi­kan anak usia dini, memperkuat program-program kebudayaan, dan memperkuat pengembangan bahasa dan perbukuan.

Usulan penambahan anggaran tersebut juga untuk beberapa hal lain, seperti memperkuat jami­nan kualitas pendidikan dengan meningkatkan akreditasi satuan pendidikan formal dan informal, penambahan unit kerja, dan juga tambahan tunjangan profesi guru. Pada 2018 kami memberi­kan perhatian pada penguatan pendidikan vokasi, peningka­tan kualitas guru, penguatan penjaminan mutu pendidikan, penyelarasan pembangunan pendidikan dan kebudayaan, pembangunan sarana prasaran pendidikan di daerah terluar, terdepan dan tertinggal. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya