Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

KPK Panggil Sekjen Kemenhub Untuk Suap Dirjen Hubla

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo dalam pemeriksaan saksi hari ini (Jumat, 15/9).

Sugihardjo akan diperiksa terkait kasus suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut tahun anggaran 2016 - 2017.

"Yang bersangkutan akan diperiksa jadi saksi untuk tersangka APK (Adiputra Kurniawan)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.


Selain Sugihardjo, KPK juga memanggil Direktur Kepelabuhanan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Mauritz H.M Sibarani dan Direktur PT Bina Muda Adhi Swakarsa Pekalongan, Iwan Setiono.

Febri menyampaikan, dua saksi itu juga akan diperiksa sebagai saksi bagi Adiputra yang merupakan komisaris PT Adhi Guna Keruktama. Ia diduga memberikan suap kepada Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Boediono. Suap dimaksud terkait pengerjaan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pemberian suap yang dilakukan Adiputra kepada Tonny diduga menggunakan modus baru. Awalnya, Adiputra membuka rekening atas nama seseorang yang diduga fiktif.

Kemudian rekening diisi secara bertahap dan kartu ATM tersebut diserahkan kepada Tonny. Melalui kartu ATM itu, Tonny dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan ataupun mencairkannya.

Saat melakukan operasi tangkap tangan, Tim Satgas KPK menemukan beberapa kartu ATM dengan total saldo mencapai Rp 1,174 miliar. Kartu ATM itu diamankan dari kediaman Tonny di Mess Perwira Dirjen Hubla, Gunung Sahari, Jakarta.

Dalam mess itu juga KPK menyita 33 tas berisi uang dari berbagai negara. Diperkirakan total uang tersebut mencapai Rp 18,9 miliar.[wid]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya