Berita

Foto/Net

Hukum

Setelah Di Batubara, Kini OTT KPK Menyasar Ke Banjarmasin

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 07:37 WIB | LAPORAN:

. Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (Satgas KPK) kembali lakukan operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (14/9). OTT KPK kali ini menyasar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Kami konfirmasi, benar Tim KPK telah melakukan OTT di Banjarmasin kemarin menjelang malam," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Jumat (15/9).

Setidaknya ada lima orang yang ditangkap oleh Tim Satgas KPK. Mereka terdiri dari unsur, anggota DPRD Pemkot Banjarmasin, BUMD dan swasta.


"Sejauh ini yang diamankan sekitar lima orang," ujar Agus.

Ia menduga telah terjadi transaksi terkait dengan proses pembahasan peraturan daerah di pemkot setempat. Ada sejumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

"Tim juga mengamankan sejumlah uang," imbuhnya.

Saat ini pihak yang diamankan, lanjut Agus, telah dibawa ke Polda Kalsel dan proses pemeriksaan sedang berlangsung.

"Mereka segera akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk tahapan lebih lanjut. Dalam waktu maksimal 24 jam status pihak-pihak yang diamankan akan ditentukan. Detail yang lain tolong ditunggu konferensi pers siang atau sore ini," pungkas Agus.

Operasi di Banjarmasin hanya selang satu hari dari OTT KPK di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Rabu (13/9). OTT di Batubara, KPK menetapkan lima tersangka, salah satunya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Empat lagi, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady, seorang pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono alias Ayen, dua orang kontraktor bernama Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap kepada Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen pada proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya