Berita

Hukum

Tak Diberikan Pesangon, Mantan Supir Merampok Dan Membunuh Majikannya

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 14:59 WIB | LAPORAN:

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan bahwa salah satu terduga pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami istri, Husni Zarkasih (57) dan Zakiyah Masrur, adalah mantan sopir korban.

Ketiga pelaku yang ditangkap berinisial AZ, EK, dan SU. Kata dia, yang berinisiatif untuk melakukan perampokan dan pembunuhan adalah Sang Mantan Supir Korban.

"Yang untuk inisatifnya adalah si mantan supirnya itu," ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/9).


Sang Supir yang berasal dari Purbalingga itu kata Argo melakukan perbuatan melawan hukum itu lantaran sakit hati dengan kedua korban memecatnya tanpa diberi pesangon. Korban sendiri memiliki pabrik garmen.

"Setelah hari raya masih tutup (pabrik garmen ya). Kita belum tahu ditutup karena apa. Karena saat ini karyawan ada yang tidak dapat pesangon. Dan supir ini ajak karyawan yang tidak dapat pesangon. Yang diajak kompromi dan munfakat dan ngajak ini (melakukan perampokan dan pembunuhan)," jelasnya.

Argo menekankan bahwa tujuan para tersangka memang ingin merampok. Namun karena ketahuan, akhinya sang nyonya pemilik rumah dibunuh dan diambil semua barang berharganya.

"Korban ini habis melakukan sembahyang namanya juga mantan supir datang (ya tidak curiga). Kemudian di sekap dan dipukuli. Peralatan lakban tali ada palu juga. Itu direncanakan di situ. Ketiga orang pelaku menunggu suaminya datang dia berdiri di depan pagar didepan rumah. Setelah itu dipukul juga. Dan sama-sama diikat. Setelah itu dimasukan di mobil milik korban," urainya.

Meski demikian, kata Argo penyidik belum memutuskan apa penyebab dari mangkatnya kedua korban. Penyebab kematian baru diketahui setelah adanya visum dari dokter ahli.

"Nanti kita tunggu penyedik. Mangkannya kita cek dulu. Nanti pihak otopsi matinya kenapa. Dan pembuktiannya di persidangan nanti," imbuhnya.

Untuk diketahui, mayat kedua korban kemudian dibawa lari ke Pekalongan oleh si supir. Namun ditengah perjalanan, supir berbelok arah ke Kerobokan. Mayat beserta berangkas milik korban pun dibuang dibuang ke kali setempat.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya