Berita

Olahraga

ASIAN GAMES 2018

Panjat Tebing Minta Wapres Turun Tangan Agar Nomor Andalan Emas Tak Dicoret

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 03:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta turun tangan membantu agar nomor andalan panjat tebing Indonesia pada Asian Games 2018 bisa dipertandingkan. Jika nomor unggulan yang berpotensi emas dicoret OCA (Komite Olimpiade Asia), maka target emas dari panjat tebing bisa melayang.

Harapan tersebut disampaikan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (11/9). Hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Umum PP FPTI, Faisol Riza, Manajer Kompetisi PP FPTI Pontas Sitanggang, Manajer Pelatnas Asian Games Pristiono Buntoro dan Ketua Bidang Organisasi FPTI, Waras Budi Hartawan.

"Wakil Presiden selaku Ketua Pengarah Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) harus turun tangan dan meminta OCA agar tidak mencoret nomor-nomor andalan panjat tebing Indonesia yang ditargetkan meraih dua emas," tegas Faisol.


FPTI sebelumnya mengajukan 12 nomor pertandingan dari tiga katagori yakni Speed, Boulder dan Lead pada Asian Games 2018. Jumlah nomor kemudian dikurangi menjadi 10 nomor dan turun lagi menjadi delapan. Terakhir, dalam pertemuan technical delegate bersama OCA, disampaikan bahwa jumlah nomor yang dipertandingkan hanya dua nomor yaitu nomor kombinasi atau gabungan antara speed, lead dan boulder putra dan putri, atau yang biasa disebut nomor olimpik.

Karena itulah FPTI merasa perlu angkat bicara dengan wacana pengurangan nomor cabor panjat tebing untuk Asian Games 2018 ini karena nomor-nomor yang terancam dihapus justru merupakan nomor-nomor unggulan yang diproyeksikan emas.

Jika hanya mempertandingkan dua nomor kombinasi, maka peluang emas bagi Indonesia sangat berat. Sebab nomor andalan kita ada di speed. Nomor kombinasi belum pernah dipertandingkan di multi ajang internasional resmi dan baru disosialiasikan untuk Olimpiade 2020.

"Kami hanya mengingatkan agar kita tidak menyesal kemudian karena tidak bisa meraih sukses prestasi saat Asian Games digelar di rumah sendiri," tegasnya.

Wapres diminta turun tangan karena FPTI melihat pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kurang maksimal dalam memperjuangkan nomor-nomor andalan Indonesia dan lebih banyak mengikuti arahan OCA.

Dalam memperjuangkan nomor-nomor andalan tetap dipertandingkan di Asian Games 2018, pihak FPTI sudah mengirimkan surat meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait, seperti KOI dan Rita Subowo selaku Ketua Perwakilan OCA di Indonesia. Bahkan surat kepada Wapres sudah pernah dilayangkan, namun hal ini belum mendapat respon.

"Hari ini kami akan mengirimkan surat kedua kepada Wapres agar membantu panjat tebing tetap mempertandingkan nomor-nomor andalan di Asian Games 2018, demi Indonesia agar meraih sukses prestasi pada pesta olahraga tingkat Asia. Masih ada waktu untuk berjuang," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya