Berita

Adhie Massardi/net

Hukum

Adhie Massardi: KPK Hanya Perlu Diformat Ulang

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 21:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sejak didirikan pada 2002 hingga memasuki usia 15 tahun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum pernah menyentuh perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Seolah mereka, terutama yang bergerak di sektor pertambangan (migas dan mineral), tidak pernah menyuap pejabat dan "ngemplang" pajak.

"Padahal, dari skandal penggelapan pajak yang dilakukan Gayus Tambunan tempo hari, polisi mencatat ada sekitar 150 perusahaan, belasan di antaranya perusahaan besar asing, yang manipulasi pajaknya diarsiteki Gayus," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi, dalam keterangan persnya.

Setelah didesak sejumlah LSM dan tokoh pendukungnya, KPK masuk dalam kasus mafia pajak itu dan mensupervisi Polri. Anehnya, setelah KPK masuk, belasan perusahaan asing pengemplang pajak itu raib secara misterius.


Dia mengaku, sejak awal mengetahui bahwa KPK yang diinisiasi Bank Dunia sebagai bagian dari MoU IMF dengan pemerintah (Orde Baru) pada 1997, didesain hanya untuk memberantas korupsi yang dilakukan pejabat lokal, memberikan jaminan negara-negara donor (Bank Dunia) agar tidak dana yang mereka kucurkan tidak dikorupsi.

Itulah sebabnya, KPK yang mendapat sumbangan sangat besar dari luar negeri tidak berani menyentuh perusahaan-perusahaan asing yang banyak main mata dengan pejabat negara dalam mengeruk kekayaan Indonesia. Padahal setiap tahun negara dirugikan ratusan triliun rupiah oleh perusahaan-perusahaan asing itu, baik di sektor pajak maupun bagi hasil yang tidak adil, serta permainan penggantian biaya operasi (cost recovery).

Dia ingat, ketika KPK menangkap Jero Wacik selaku Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melengkapi penangkapan terhadap Kepala SKK Migas waktu itu, Rudy Rubiandini, banyak orang menyangka KPK akan segera masuk ke gurita korupsi migas perusahaan asing raksasa.

"Tapi saya sangat kecewa, karena KPK menghindar berurusan dengan perusahaan asing, dan memilih menjebloskan Jero Wacik dengan skandal korupsi ecek-ecek, yakni pemakaian kas operasional kementerian di masa lalu, yaitu di Kementerian Pariwisata," ujar jurubicara Presiden era Gus Dur ini.

Agar lebih produktif dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia, terutama dalam mengamankan kekayaan sumber daya alamnya, Adhie menyarankan kepada Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, agar mengarahkan rekomendasi Pansus KPK di DPR RI untuk memformat ulang KPK.

"KPK hanya perlu diformat ulang, dan DPR harus mengalokasikan dana besar untuk KPK agar tidak ada alasan bagi lembaga ini meminta dana dari asing. Sehingga memiliki keberanian menumpas korupsi yang dilakukan perusahaan-perusahaan asing, bukan cuma berani ke koruptor lokal, yang notabene didikan perusahaan-perusahaan asing itu," pungkas Adhie. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Bomba Peduli Beri Makna Hari Ulang Tahun ke-5

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:06

Dharma Pongrekun Soroti Arah Ideologi Ekonomi dalam Pasal 33 UUD 1945

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:47

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar-Jakarta, Dua Pesawat Tambahan Dikerahkan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:25

Tangan Trump Tiba-tiba Memar Saat Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, Ini Penyebabnya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:01

DPR Minta Basarnas Gerak Cepat Evakuasi Warga Bandung Barat Terdampak Longsor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:56

Tanah Longsor di Bandung Barat Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:40

1.000 Guru Ngaji hingga Ojol Perempuan Belanja Gratis di Graha Alawiyah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:26

Pencuri Gondol Bitcoin Sitaan Senilai Rp800 Miliar dari Korsel

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:18

Polisi Dalami Penyebab Kematian Influencer Lula Lahfah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:54

Wakadensus 88 Jadi Wakapolda Bali, Tiga Kapolda Bergeser

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:31

Selengkapnya