Berita

KPK/net

Hukum

Kader PDIP Ancam Bekukan KPK, Febri: Kami Tak Akan Melunak!

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 00:31 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak kaget dengan adanya wacana pembekuan terhadap lembaga anti rasuah yang dilontarkan anggota DPR dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai wacana pembekuan KPK yang dilontarkan anggota Pansus Angket KPK itu merupakan salah satu dari sekian banyak upaya dalam melemahkan KPK.

Menurutnya, KPK sudah sering menerima rencana-rencana pelemahan, dalam berbagai bentuk, diantaranya melalui revisi UU hingga pembubaran KPK. Terlebih upaya pelemahan tersebut acap kali dilontarkan disaat KPK menangani kasus-kasus besar.


Namun demikian, KPK ingin memastikan apakah wacana  pembekuan KPK tersebut muncul dari pandangan personal, Henry Yoso yang merupakan kader PDIP atau sikap partai maupun DPR secara lembaga. Pasalnya, kata Febri, belum lama ini pihaknya melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPP PDIP.

Febri menjelaskan dalam pertemuan itu, ada komitmen dari pengurus partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat demokrasi dan pemberantasan korupsi.

"Saya kira perlu diperjelas, apakah keinginan membekukan KPK itu dari perorangan atau merupakan sikap fraksi atau sikap DPR secara institusional?," ujar Febri dalam pesan singkat, Sabtu (9/9).

Lebih lanjut, Febri menegaskan, KPK tidak akan berhenti untuk terus melaksanakan tugas dan kewenangannya dalam melakukan pemberantasan korupsi sebagaiman amanat UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

"Jangan pernah berpikir tekanan dan serangan akan membuat KPK melunak dalam menangani kasus korupsi," demikian Febri.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya