Pemerintahan Donald Trump menyiapkan paket kebijakan diplomatik dan militer untuk menekan Korea Utara, termasuk serangan cyber dan operasi pengawasan juga intelijen yang diperkuat.
Demikian NBC News melaporkan berdasar pernyataan pejabat senior Gedung Putih dan Pentagon yang mereka hubungi setelah uji coba nuklir keenam oleh Korea Utara.
AS juga akan mengusulkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mewajibkan pemeriksaan kapal yang datang atau meninggalkan Korea Utara. Inspeksi yang diperluas akan menargetkan kapal-kapal yang mengangkut komponen dan teknologi rudal yang diekspor serta bahan-bahan yang diimpor negara tersebut.
Presiden Trump juga secara serius mempertimbangkan untuk menerapkan sanksi diplomatik terhadap bank-bank China yang melakukan bisnis dengan Pyongyang dan meningkatkan sistem pertahanan rudal di wilayah Semenanjung Korea.
Selain itu, AS tidak mengesampingkan opsi memindahkan senjata nuklir taktis ke Korea Selatan jika Seoul meminta, kata seorang pejabat di Gedung Putih.
Langkah-langkah di atas merupakan bagian dari pendekatan yang lebih agresif terhadap Korea Utara yang sedang dipertimbangkan oleh Trump.
Hal ini dibenarkan hampir selusin pejabat administrasi dan pertahanan serta pihak-pihak lain yang mengetahui strategi tersebut, yang semuanya meminta namanya tidak disebutkan karena sensitivitas masalah tersebut.
Menurut sumber, penasihat keamanan nasional Trump memberikan beberapa pilihan untuk menekan Korea Utara saat makan siang di Gedung Putih pada hari Minggu (3/9), beberapa jam setelah tes nuklir terakhir Korea Utara.
Trump sendiri membiarkan kemungkinan tindakan militer terhadap Korea Utara tetap terbuka, walau mengatakan itu tidak akan jadi pilihannya.
"Saya lebih suka tidak pergi ke jalur militer, tapi pasti ada yang bisa terjadi," kata Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Kamis lalu.
Sedangkan Kamis itu juga, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberi peringatan kepada Amerika Serikat agar tidak terus meningkatkan tekanan kepada Korea Utara karena upaya itu akan berujung sia-sia.
Adalah kontraproduktif untuk mengembangkan histeria militer ini. Ini tidak mengarah ke mana-mana," kata Putin, dalam sebuah sesi Forum Ekonomi Timur, di Vladivostok, Rusia.
Putin juga percaya Pyongyang tidak akan mengakhiri program nuklir dan misil mereka karena menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk membela diri.
"Tidak mungkin untuk menakut-nakuti mereka (Korea Utara)," tegas Putin.
[ald]