Berita

Ilustrasi/RM

Hukum

TRAGEDI ROHINGYA

Rombongan Peradi Sambangi Kemenlu Beri Masukan Soal Myanmar

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 20:40 WIB | LAPORAN:

Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) memberikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Indonesia guna menghentikan konflik dan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap etnis Rohingya di wilayah Rakhine, Myanmar.

Saran tersebut disampaikan langsung ke Kementerian Luar Negeri oleh Ketua Umum PERADI, Fauzie Yusuf Hasibuan dan sejumlah jajaran pengurusnya. Mereka menyambangi kantor Menteri Retno Marsudi itu, tadi siang (Jumat, 8/9).

Fauzie dan jajarannya diterima Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol dan Konsuler Kemlu, Andri Hadi dan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sek Dirjen) Hukum dan Perjanjian Internasional Kementrian Luar Negeri, Damos Dumoli Agusman.


Kepada Kemenlu, Fauzie mengatakan, sejumlah usulan dari Peradi ini diharapkan bisa diteruskan kepada UN Indonesia, ASEAN, dan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia serta lembaga terkait lainnya.

"PERADI meminta agar Pemerintah Myanmar menghentikan operasi militer di wilayah Rakhine, segera mengubah sikap dengan dasar pandangan penegakan hukum dalam persoalan di sana," kata Fauzie.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga harus mendorong Myanmar agar memproses secara hukum oknum-oknum masyarakat yang diduga mengganggu keamanan maupun melakukan sparatisme, serta memproses oknum militer dan sipil yang diduga melanggar HAM.

"PERADI meminta Myanmar menerapkan kebijakan equality before the law dalam memperlakukan penduduk yang berada di wilayah Rakhine tanpa melihat suku, agama, dan perbedan lainnya. Kalau sudah melanggar HAM, kita berharap supaya ada kesamaan pandangan tidak kompromi soal etnis, agama, dan lain-lain," ujarnya.

Kemudian, Peradi juga mendorong lembaga internasional untuk bersama-sama melakukan pendekatan maksimal dan meminta Myanmar untuk membuka akses bagi lembaga-lembaga internasional agar bisa menyalurkan bantuan kemanusiaan di sana.

Fauzie menegaskan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung Pemerintah Indonesia yang melakukan langkah-langkah cepat dan strategis sehingga Indonesia menjadi bagian terdepan dan bekerja keras agar krisis di wilayah Rakhine itu bisa segera diselesaikan. "PERADI siap membantu pemerintah," lanjutnya.

Pihak Kemenlu mengapresiasi masukan yang diberikan Peradi. Kata Andri, masukan tersebut menjadi bukti sinergitas antara pemerintah dan berbagai elemen lainnya untuk menyelesaikan permasalahan di Rakhine.

"Ini yang sebenarnya kita harapkan dalam rangka sinergi pemerintah dan masyarakat. Kita sangat memahami soal pentingnya HAM bagi lawyer. Kami sangat hargai sekali keprihatinan dan keresahan itu yang di sampaikan dengan cara yang elegant yaitu dengan beraudiensi ," katanya.

Bangsa Indonesia, lanjut Andri, telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah di Rakhine. Indonesia akan tetap berkomitmen karena ini masalah kemanusiaan.

"Kemarin Menlu telah bertemu panglima militer Myanmar dan sampaikan konsentrasi kita. Indonesia juga telah memberikan banyak bantuan. Sebelumnya kita juga bangun sekolah di Rakhine juga," katanya.

Indonesia juga meminta semua elemen di Myanmar menahan diri. "Kita berharap semua ini akan segera berakhir dan kita memberikan solusi buat perdamaian," demikian Andri. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya