Berita

Alfian Tanjung/net

Hukum

Pengacara: Alfian Tanjung Diperlakukan Seperti Teroris

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 17:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) mengecam keras penangkapan dan penahanan terhadap klien mereka yang dilakukan Polda Metro Jaya.

Dalam prosedur penangkapan, tim advokat menilai banyak kejanggalan. Salah satunya adalah surat perintah penangkapan yang tidak disertai tanggal.

"Saya lihat surat itu memang perintah penangkapan. Yang aneh tidak tertulis tanggalnya, hanya September sampai September." kata Koordinator TAAT, Abdullah Al Katiri, di AQL Center, Jalan Tebet Utara, Jakarta Selatan, Jumat (8/9).


"Kami berdebat soal itu," tambahnya.

Selanjutnya, jelas Al Katiri, Alfian Tanjung disuruh menandatangani surat perintah penahanan dan penangkapan tetapi ia menolak

"Ustad tidak mau tanda tangan, makanya dia hanya diam waktu itu," ingat Al Katiri.

Al Katiri mengatakan kejanggalan berikutnya waktu Alfian dibawa dari Rumah Tahanan Klas I Surabaya ke Jakarta oleh pihak Polda Metro Jaya. Setelah dicek di Polda, klien mereka sudah tidak ada karena sudah dibawa ke rumah tahanan Mako Brimob.

"Nah, saya makin bingung, Ustad itu disangkakan dengan pasal 310 dan 311 yang hukumannya paling lama 1 tahun 4 bulan. Tapi kok langsung dibawa ke Mako Brimob sudah seperti pelaku kejahatan luar biasa, diperlakukan seperti teroris," sesalnya.

Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka terkait opininya di media sosial yang menuduh PDI Perjuangan diisi banyak kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 UU 1/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Masih dalam kasus yang sama, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, lewat tim pengacara yang dipimpin Ifdhal Kasim juga melaporkan Alfian ke Bareskrim Polri.

"Kami melaporkan seseorang yang bernama Alfian Tanjung yang memberikan beberapa pernyataan di beberapa tempat yang mengatakan klien kami, Bapak Teten Masduki adalah PKI dan juga mengatakan kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi sarang PKI," kata Ifdhal Kasim, pada akhir Januari 2017

Sebelum ditahan di Mako Brimob, Alfian sempat dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian di YouTube, tetapi dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

"Malam itu juga, habis pemeriksaan awal setelah itu langsung dibawa ke Rutan Mako Brimob," kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Neyeng, di Polda Metro Jaya, Jumat pagi (8/9).

Alfian Tanjung juga pernah menuduh Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, sebagai kader PKI. Tetapi ia kemudian mengakui salah dan meminta maaf kepada Nezar di Gedung Dewan Pers, Jakarta. [ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya