Berita

Hukum

Ustaz Alfian Kembali Ditangkap, Tim Pengacara Gelar Jumpa Pers Habis Jumatan

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 00:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tim Advokat Alfian Tanjung (TAAT) akan menggelar konferensi pers terkait penangkapan Ustaz Alfian Tanjung secara tiba-tiba dan secara paksa oleh penyidik dari Polda Metro Jaya (PMJ).

Penyidik PMJ langsung menjemput Ustaz Alfian dari Rumah Tahanan Kelas I Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu malam (6/9). Ustaz Alfian dijemput usai menjalani sidang perkara kasus ujaran kebencian yang disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, yang memutuskan dirinya tidak terbukti bersalah alias bebas.

Jumpa pers TAAT akan dilangsungkan di AQL Center, Jalan Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Jumat (8/9), pukul 13.30 WIB.


Koordinator Tim TAAT Abdullah Al Katiri mengatakan, jumpa pers nanti bertujuan untuk menyampaikan perkembangan terbaru kasus Ustaz Alfian.

Kabid Humas PMJ Kombes Pol. Argo Yuwono sebelumnya mengatakan Ustaz Alfian dibawa ke Jakarta guna diperiksa lanjutan dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang membelitnya di PMJ. PMJ mengklaim Ustaz Alfian sudah berstatus tersangka atas kasus barunya itu.

"Tentunya status yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu," kata Argo sambil menambahkan yang bersangkutan sudang diterbangkan ke Jakarta, Kamis (7/9).

Penetapan Ustaz Alfian menjadi tersangka di PMJ berdasarkan laporan dari salah satu kader PDIP Tanda Perdamean Nasution karena merasa difitnah oleh Alfian. Alfian pernah menyebut kader PDIP dan Kantor Istana Negara jadi sarang PKI di media sosial.

Masih dalam kasus yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki lewat tim pengacara yang dipimpin Ifdhal Kasim melaporkan Ustaz Alfian ke Bareskrim Polri.

"Kami melaporkan seseorang yang bernama Alfian Tanjung yang memberikan beberapa pernyataan di beberapa tempat yang mengatakan klien kami, Bapak Teten Masduki adalah PKI dan juga mengatakan kantor Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi sarang PKI," kata Ifdhal Kasim pada akhir Januari 2017. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya