Berita

Foto: CNN

Dunia

Putin Ke AS: Jangan Main-main Dengan Korea Utara

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 21:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Rusia, Vladimir Putin, meminta Amerika Serikat tidak terus meningkatkan tekanan kepada Korea Utara karena upaya itu akan berujung sia-sia.

"Adalah kontraproduktif untuk mengembangkan histeria militer ini. Ini tidak mengarah ke mana-mana," kata Putin, dalam sebuah sesi Forum Ekonomi Timur, di Vladivostok, Rusia, Kamis (7/9).

CNN melaporkan, Putin mengatakan itu ketika ada di satu panggung bersama Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in; Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe; dan Presiden Mongolia, Khaltmaa Battulga.


Putin memanfaatkan forum tersebut untuk berbicara keras menyangkut isu Korea Utara dan bagaimana masyarakat global harus bersikap setelah uji coba nuklir keenam negara tersebut pada hari Minggu lalu (3/9).

Sebagian besar negara dunia mengecam Korea Utara. Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan mendorong sanksi yang lebih kuat untuk menghukum rezim Kim Jong Un.

Tetapi, China dan Rusia, yang juga telah mengecam uji coba nuklir tersebut, meminta dialog dilanjutkan.

"Ini adalah provokasi dari Korea Utara, sudah jelas," kata Putin tentang tes nuklir terakhir Korea Utara.

"Mereka mengharapkan reaksi spesifik dari negara-negara lain dan mereka mendapatkannya. Mengapa Anda bermain dengannya? Pernahkah Anda memikirkannya?" tambah Putin.

Menteri hubungan ekonomi eksternal Korea Utara, Kim Yong Jae, diberitakan turut di dalam forum tersebut.

Kantor berita Rusia, Tass, mengutip Kim yang mengatakan bahwa negaranya akan menanggapi upaya barbar Amerika Serikat dengan tindakan balasan yang kuat.

"Upaya untuk menggunakan sanksi agresif yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tekanan untuk mengintimidasi kami dan membuat kami berbalik adalah sebuah kesalahan besar," kata Kim Yong Jae.

"Amerika Serikat harus selalu mengingat status nuklir negara kami, yang memiliki bom nuklir dan hidrogen, dan rudal balistik antarbenua," tambahnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya