Berita

Pertahanan

Menteri Susi Diingatkan, 39 Juta Perempuan Nelayan Belum Dapat Perlindungan Negara

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 18:51 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 39 juta-an perempuan nelayan tidak kunjung mendapat perlindungan negara. Jumlah itu dari total 56 juta orang yang terlibat di dalam aktivitas perikanan, yakni penangkapan, pengolahan hingga pemasaran hasil tangkapan.

Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati di Jakarta, Kamis (7/9).

"Dari jumlah itu, sebesar 70 persen atau sekitar 39 juta orang adalah perempuan nelayan. Dan mereka belum mendapat perlindungan dari Negara. Miris,” ujarnya.

Susan melanjutkan, perempuan nelayan atau istri para pekerja perikanan merupakan aktor penting yang berkontribusi dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga nelayan ketika pekerja perikanan bekerja di atas kapal perikanan.

"Pada saat bersamaan, perempuan nelayan dituntut untuk mencari pinjaman hutang untuk persiapan perbekalan suami selama bekerja di atas kapal perikanan,” tutur dia.

Karena itu, Susan meminta, Negara harus hadir memberikan perlindungan nyata bagi perempuan nelayan yang selama ini mengalami beban berat dan juga tidak jarang selalu terdiskriminasi.

Ketua Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) Masnuah menambahkan, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2012, di Indonesia, ada sebanyak 2,2 juta jiwa nelayan tangkap yang menggantungkan hidupnya di laut.

Di antara jumlah tersebut, sebanyak 95 persen merupakan nelayan tradisional dengan perahu di bawah 10 Gross Ton.

"Nelayan tradisional merupakan pelaku ekonomi tradisional yang mempergunakan alat tangkap yang sederhana, dan modal produksinya pun masih dalam batas yang sederhana atau kecil,” ujarnya.

Dalam keterbatasan tersebut, nelayan harus masih menghadapi tantangan yang berat yaitu bencana iklim yang berdampak pada tingginya angka nelayan yang meninggal dan hilang di laut.

"Perempuan nelayan butuh diberikan perlindungan negara dan juga hukum serta pengembangan kehidupan keluarganya,” demikian Masnuah. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya