Berita

Ali Fauzi/Dok: BPPT

Pertahanan

Adik Kandung Amrozi: Konflik Rohingya Picu Terorisme di Indonesia

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 16:08 WIB | LAPORAN:

Konflik Rohingya di Myanmar, yang dalam beberapa hari terakhir mengemuka di pemberitaan sejumlah media bisa memicu tumbuhnya kembali terorisme di Indonesia.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Ali Fauzi, adik kandung terpidana kasus bom Bali, Amrozi dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (7/9).

Hal yang sama diungkapkan mantan narapidana terorisme itu saat mengisi materi di kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di kampus Universitas Tomakaka, Mamuju, Sulawesi Barat, kemarin.


Dalam kesempatan itu, Ali berkisah megenai awal mula munculnya terorisme di Indonesia yang dipicu oleh invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

"Dari konflik di Afghanistan itu banyak muslim Indonesia yang berjihad ke sana. Itu bagian dari jihadul kahfi, solidaritas ke sesama muslim," jelasnya.

Dalam konflik di Afghanistan, ketika peperangan berakhir muslim Indonesia yang sebelumnya berjihad kembali pulang ke kampung halaman dengan kondisi terlatif menggunakan senjata, merakit bom dan keahlian ala militer lainnya. Hal itulah yang kemudian memicu munculnya aksi terorisme di Indonesia.

"Dalam konflik Rohingnya di Myanmar sudah banyak muslim Indonesia yang bersiap jihad ke sana. Mereka yang nantinya kembali tentu sudah terlatih dengan sendirinya, dan itu berpotensi menjadi pelaku terorisme di Indonesia," tegas Ali.

Ali mendesak sikap pro aktif pemerintah Indonesia untuk ikut serta memecahkan persoalan yang dihadapi muslim Rohingnya di Myanmar untuk langkah pencegahan munculnya terorisme di Indonesia.
Dikatakannya juga, dalam setiap konflik pasti ada yang diuntungkan, antara lain pasar gelap senjata dan pemasok senjata global yang mendapat keuntungan besar.

"Tapi kita bersyukur pemerintah Indonesia cukup baik berperan mengatasi permasalahan saudara-saudara kita muslim Rohingya. Ini akan meredam keinginan jihad kahfi muslim Indonesia ke Myanmar," tandas Ali.

Dia juga menyebut adanya jenis jihad lainnya, yaitu jihadul thalab, perintah membunuh kelompok kafir.

"Tapi jihad thalab tidak tepat dilakukan di Indonesia, karena tidak ada istilah kafir di sini. Pemerintah mengakui agama-agama selain Islam, dan mereka yang tidak beragama Islam adalah saudara kita yang tidak boleh dibunuh," pungkasnya.

Dialog Pelibatan LDK dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Universitas Tomakaka terselenggara atas kerjasama BNPT dan FKPT Sulawesi Barat. Kegiatan yang sama sudah dan akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2017. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya