Berita

Heni Anggraeni/RMOL Bengkulu

Hukum

Seorang Hakim Tipikor Terjaring KPK Hanya Jadi Saksi

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 12:27 WIB

Total ada enam orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin (Rabu, 6/9) petang dan menjalani pemeriksaan di Reskrimsus Mapolda Bengkulu. Dua di antaranya merupakan hakim Ad Hoc Tipikor di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Keduanya adalah Dewi Suryana dan Heni Anggraeni. Kemudian dua panitera pengganti, yakni Daniar dan Hendra Kurniawan. Ditambah dua orang anak dari Daniar, Deni Agus dan Filia.

Sebagaimana disampaikan Direktur Riskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Herman, OTT tim penyidik KPK itu masih berkaitan dengan Wilson, mantan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu.


Wilson diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan empat kegiatan anggaran rutin tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1 miliar. Dan berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu, tersangka merugikan negara hingga Rp 500 juta.

Wilson telah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 15 bulan oleh pengadilan tindak pidana korupsi Bengkulu, dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

"Ada kaitannya dengan Wilson. Perkara korupsi di DPPKA Kota," jelasnya singkat.

Dalam keterangan yang diterima RMOLBengkulu.Com, Heni sendiri masih berstatus saksi dan diajukan tujuh pertanyaan oleh penyidik KPK. Usai diperiksa hanya Heni yang diperbolehkan tetap di Bengkulu. Sedangkan lima orang lainnya diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK.

Penerbangan mereka dijadwalkan siang ini dari bandara Fatmawati menuju bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng.[wid] 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya