Berita

Foto/Net

Politik

Syarat Pemilu Sukses, Tindak Politik Uang Dan Hindari Kampanye Hitam

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 05:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019 akan berjalan sukses dan berhasil jika penyelenggaraannya dilaksanakan secara demokratis sesuai UU.

"Tingkat partisipasi pemilih tinggi, tidak ada politik uang, tidak ada kampanye yang berujar kebencian, sara dan fitnah," kata Mendagri Tjahjo Kumolo kepada wartawan, Selasa (5/9).

Jelas Tjahjo, kampanye adalah adu program dan adu konsep untuk menentukan pemimpin yang amanah sehingga bisa membangun demi kemaslahatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.


"Tindak tegas terhadap setiap pelanggaran kampanye," imbuhnya.

Tjahjo pun memandang perlu adanya penguatan regulasi dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia. Karena menurutnya, sangat penting dalam penyelenggaraan pemilu adalah landasan hukum yang menjadi dasar bagi pemilu itu sendiri.

"Dengan disahkannya RUU Penyelenggaraan Pemilu menjadi UU Pemilu sebuah hal yang sangat penting sebagai sebuah regulasi yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan pemilu lima tahunan yang demokratis," tegasnya.

Pemilu sendiri lanjut Tjahjo adalah instrumen demokrasi dalam sejarah bangsa Indonesia. Dan ini sudah dilakukan secara berkala.

"Pemilu telah menjadi instrumen terpenting yang membentuk keyakinan dan tradisi politik dalam kehidupan demokrasi di Indonesia," ungkap Tjahjo.

Meski konsolidasi demokrasi bukanlah sebuah proses yang mudah, namun dalam substansi UU Pemilu setidaknya ada beberapa upaya untuk mempertegas proses konsolidasi demokrasi. Seperti memperkecil disproporsionalitas dalam penghitungan kursi, dan adanya semangat memperkuat sistem ketatanegaraan.

"Ada upaya memberikan pendidikan politik kepada publik. Serta upaya untuk memperkuat institusi partai politik selaku pilar penting demokrasi di Indonesia," tutup Tjahjo, politisi PDIP. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya