Berita

Akbar Faizal/net

Hukum

Farhat: Akbar Faizal, Markus Nari, Chairuman Harahap, Djamal Aziz Yang Ancam Miryam

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 17:54 WIB | LAPORAN:

. Pengacara, Farhat Abbas, mengungkap sejumlah nama yang diduga mengancam Miryam S. Haryani sehingga mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Salah satu nama yang disebut Farhat adalah Akbar Faizal, bekas politikus Partai Hanura yang pernah duduk di Komisi II DPR RI. Kini, Akbar berada di Partai Nasdem.

Farhat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan lanjutan kasus keterangan palsu dengan terdakwa Miryam Haryani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (4/9).


Awalnya, ia menjelaskan cerita koleganya, Elza Syarif, mengenai keluh kesah Miryam. Dalam cerita Elza, Miryam pernah berniat mencabut BAP. Diduga, ada sejumlah nama yang menerima aliran dana korupsi E-KTP dalam BAP tersebut.

Menurut Farhat, Miryam merupakan salah satu saksi yang paling mengetahui tentang bagi-bagi uang E-KTP untuk anggota DPR RI.

Dengan menekan Miryam, anggota DPR berharap dapat mencegah tindakan hukum KPK terhadap mereka. Hal inilah yang menjadi alasan kuat rekan-rekan Miryam di DPR untuk meminta Miryam mencabut BAP saat menjadi saksi di pengadilan.

Meski demikian, Elza sempat menjelaskan kepada Farhat bahwa ia sudah menasihati Miryam untuk tidak mencabut BAP.

"Bahwa Miryam ditekan anggota DPR adalah untuk memutus mata rantai pemeriksaan KPK terhadap yang lain. Karena ada beberapa saksi yang cabut keterangan juga. Karena yang tahu bagi-bagi uang itu Bu Miryam," ungkap Farhat.

Masih dari cerita Elza, Farhat sempat mendengar sejumlah nama lain yang mengancam Miryam.

Selain Akbar Faizal, ada juga Makus Nari dari Partai Golkar yang kini menjadi tersangka dalam perkara sama.

Kemudian Chairuman Harahap, politisi Partai Golkar yang diduga meminta terdakwa Irman untuk mencairkan uang demi keperluan reses anggota DPR.

Juga, politisi Partai Hanura, Djamal Aziz. Djamal pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP.

"Bu Miryam ceritakan ke Bu Elza, tidak ada nama lain yang disebut di situ," tuturnya. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya