Berita

Ilustrasi

Politik

Tommy Soeharto Makan Gudeg

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 04:21 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SABTU, 02 September 2017, di Jalan Gajah Mada, sehari setelah Lebaran Haji, Hutomo Mandala Putera (HMP) atau Tommy Suharto datang ke warung nasi gudeg pinggir jalan. 


Saya kaget, Tommy Suharto nyetir sendiri. Bawa mobil Toyota Vellfire, warna putih metalic. Ngga pake sopir. Ditemani tiga orang. Satu ajudan dan dua orang petinggi Partai Beringin Berkarya. 

Tommy Suharto bener-bener datang. Semua orang kaget. Heboh. Seminggu lalu, beberapa tukang parkir ngobrol dengan Lieus Sungkharisma. Ingin ketemu Mas Tommy. Makan malem bareng, di sini, di warung nasi gudeg emperan. Lieus Sungkharisma kirim sms. Tommy Suharto reply okay. 

Sebelum Tommy Suharto dateng, owner dan karyawan gudeg dingin-dingin aja. Seakan ngga yakin, putera bungsu Presiden Suharto beneran bakal dateng. 

Malam ini, Tommy Suharto pake kemeja casual. Putih kotak-kotak biru tua. Nyantai. Rilex. Ramah. Murah senyum. Dia langsung duduk di alas tikar. 

Para tukang parkir, pelayan, pengamen grogi. Kikuk. Tegang. Salah tingkah. Tommy bisa menetralisir ketegangan mereka. Bincang-bincang mengalir. Akrab. Kadang-kadang ada ketawa. Banyak hal ditanyakan Tommy. Soal seputar kondisi jalan dan kehidupan para tukang parkir. Lieus cerita tentang aksi demonstrasi tukang parkir di masa Gubernur Foke. 

Para tukang parkir, pelayan, pengamen grogi. Kikuk. Tegang. Salah tingkah. Tommy bisa menetralisir ketegangan mereka. Bincang-bincang mengalir. Akrab. Kadang-kadang ada ketawa. Banyak hal ditanyakan Tommy. Soal seputar kondisi jalan dan kehidupan para tukang parkir. Lieus cerita tentang aksi demonstrasi tukang parkir di masa Gubernur Foke. 

Sebelum makan, tema-tema sederhana sampe masalah kenegaraan dan sinyalemen "Kebangkitan Komunis" dibahas. Tommy Suharto pesan gudeg opor ayam. Dia makan dengan tenang. Tata kramanya halus. Ngga hilang. Khas Orang Jogja. 

Seiring waktu, semakin banyak orang sadar: ada Tommy Suharto di situ. Encik-encik pemilik warung bakmi sebelah memberanikan diri minta foto. Sejak itu, silih berganti, semua orang minta foto. Ada beberapa orang Tionghoa yang kebetulan lewat ngga mau ketinggalan. Bahkan ada orang dari Sulawesi juga ikut-ikutan minta foto. Dengan cepat, dia upload fotonya di facebook. 

Tommy Suharto ngga sedang blusukan. Ngga ada yang spesial. Dina Nurul Fitri, staf anggota MPR ngga percaya. Dia menduga, pasti ada sesuatu. 

Saya jelaskan, dia tetap curiga. Padahal, Tommy Suharto ngga minat jadi Capres. Dia pernah bilang: Jangankan mau jadi presiden, jadi anaknya presiden aja saya sudah cape. Lieus Sungkharisma bisa jadi saksi keterangan ini. Tommy ngga punya ambisi jadi presiden. Fokusnya sekarang cuma Partai Beringin Berkarya. Supaya lolos verifikasi. 

Blusukan memang jadi tren. Jurus ampuh jadi presiden. Tapi dulu, justru Pa Harto sering blusukan setelah jadi presiden. Bukan sebaliknya. Blusukannya Pa Harto rada beda. Istimewa menurut saya. 

Dalam buku "Pak Harto: The Untold Story", Try Sutrisno menulis Pa Harto suka blusukan. Saat blusukan, Pa Harto ngga pernah makan di restoran. Ngga disambut dan ngga dijamu pejabat setempat. Apalagi dipotret jurnalis atau selfie-selfie masuk koran. Semua dilakukan diem-diem. 

Urusan logistik, Ibu Tien yang siapkan. Pa Harto selalu bawa beras, Sambel teri dan tempe bikinan Ibu Tien. 

Tujuan blusukan Pa Harto adalah curi informasi dari petani dan rakyat kecil. Bukan buat pencitraan dan pamer. Saya kira, itu juga yang dilakukan Tommy Suharto saat makan gudeg di emperan jalan. 

Setelah pamitan, Tommy Suharto kembali ke mobilnya. Berkali-kali, dia coba menyalakan mesin. Tapi gagal. Mobilnya mogok. Orang-orang berasumsi karena jarang dipake. 

Lieus Sungkharisma menggerakan mobil Jeep Wrangler bertuliskan Kalimat Tauhid. Mobil Tommy mesti dijamper. 

Dalam proses ini, semakin banyak orang berkerumun. Tukang ojek online menepi dan turun begitu tau ada Tommy Suharto. Begitu juga supir-supir taxi, pengendara motor dan mobil. Semua orang siaga, cell-phone dikeluarkan dari kantong. Mereka ingin selfie dengan Tommy Suharto. 

Otomatis, lalu-lintas jadi merayap. Semua pengendara melintas pelan. Seraya melihat Tommy Suharto. Ada satu ojek online yang kesel. Dia mengumpat, "Bikin macet aja". Saya menduga, mungkin dia anak-didik PRD atau Forkot. Cuma dia yang sebel sama Tommy Suharto. [R]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya