Berita

Terminal Gas di Kyauk Phyu/net

Politik

Terungkap, Daftar Perusahaan Multinasional Di Balik Tragedi Rohingya

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 11:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyebut tragedi kemanusiaan Rohingya adalah yang terparah di kawasan Asia Tenggara saat ini.

GP Ansor juga menduga kuat kekerasan atas etnis Rohingya dilakukan tangan negara, baik aparat militer-kepolisian maupun pemerintahan Myanmar. Hal itu setidaknya didasarkan pada laporan penginderaan secara satelit oleh UNOSAT maupun HRW, terdapat pola-pola (patterns) serangan terhadap desa-desa etnis Rohingya yang memang telah ditargetkan.

Wakil Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. Mahmud Syaltout, mengatakan, pihaknya sudah membaca laporan dari UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) 2017 maupun laporan-laporan dari lembaga yang dipercaya lainnya.


Diketahui, 60 ribu lebih etnis Rohingya merasa nyawanya terancam. Mereka pergi menyelamatkan diri dari daerah konflik. Ribuan korban telah tewas dibunuh secara keji, ribuan orang pula telah dihilangkan secara paksa, 64 persen dari etnis Rohingya melaporkan pernah mengalami penyiksaan secara fisik maupun mental.

Sebanyak 52 persen perempuan Rohingya melaporkan mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual yang mengerikan, ditambah penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang sekaligus penyiksaan selama penahanan terhadap ribuan warga Rohingya, perusakan maupun penjarahan terhadap rumah, harta benda, makanan dan sumber makanan warga Rohingya secara masif, serta pengabaian maupun ketiadaan perawatan kesehatan terhadap para korban.

GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan yang tak seimbang di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya. Dari data yang mereka terima, terjadi perebutan tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas, di wilayah-wilayah tertentu.

Berikut rinciannya. Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 193,6 juta kubik kaki per hari) dan pipa minyak (mulai beroperasi 1 Desember 2013 dengan kapasitas 400 ribu barrels per hari) dari Kyauk Phyu ke perbatasan China sepanjang 803 km. Dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 50,9 persen CNPC (China), 25,04 persen Daewoo International (Korea), 8,35 persen ONGC (India), 7,37 persen MOGE (Myanmar), 4,17 persen GAIL (India) dan 4,17 persen investor-investor swasta lainnya;

Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 105,6 juta kaki kubik per hari) dari Shwe ke Kyauk Phyu sepanjang 110 km. Dikelola konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 51 persen Daewoo International (Korea), 17 persen ONGC (India), 15 persen MOGE (Myanmar), 8,5 persen GAIL (India) dan 8,5 KOGAS (Korea).

Blok-blok minyak dan gas di Semenanjung Rakhine, di mana Daewoo International (Korea), ONGC (India), MOGE (Myanmar), GAIL (India), KOGAS (Korea), Woodside Petroleum (Australia), CNPC (China), Shell (Belanda/Inggris), Petronas (Malaysia), MOECO (Jepang), Statoil (Norweigia), Ophir Energy (Inggris), Parami Energy (Myanmar), Chevron (Amerika Serikat), Royal Marine Engineering (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar), Total (Prancis), PTTEP (Thailand) dan Petronas Carigali (Malaysia) beroperasi dan berproduksi.

Daerah Semenanjung Rakhine dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 7,836 triliun kaki kubik gas dan 1,379 miliar barel minyak, yang beberapa blok di antaranya berproduksi sejak 2013, ditawarkan tahun ini sebagai temuan baru. Beberapa blok lain, jatuh tempo kontraknya tahun 2017 ini.

Terakhir, blok-blok minyak dan gas di daratan Arakan di mana North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis), Petronas Carigali (Malaysia), PetroleumBrunei (Brunei), IGE Ltd. (Inggris), EPI Holdings (Hongkong/China), Aye Myint Khaing (Mynmar), PTTEP (Thailand), MOECO (Jepang), Palang Sophon (Thailand), WIN Resources (Amerika Serikat), Bashneft (Russia), A1 Construction (Myanmar), Smart Technical Services (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar) dan ONGC (India) beroperasi dan berproduksi.

Di daerah terakhir itu, dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 1,744 triliun kaki kubik gas dan 1,569 miliar barel minyak, yang beberapa blok di antaranya jatuh tempo kontraknya pada tahun 2017 ini.

GP Ansor mempelajari konflik geopolitik yang sangat berdarah di daerah-daerah kaya sumber daya alam bukan fenomena khas Myanmar, dan bukan hanya menimpa etnis Rohingya, tapi juga terjadi di belahan bumi yang lain. Untuk menutupi operasi apropriasi kapital dan sumber daya, secara menjijikkan operator-operator di lapangan membungkusnya dengan konflik antar etnis, antar agama, antar kelompok masyarakat.

Etnis Rohingya yang tinggal di daerah Arakan-Rakhine memang menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya, yang secara biadab dan terencana menyasar praktik dan simbol agama serta membenturkan antar umat beragama.

"Termasuk di dalamnya dengan melakukan pembakaran Al Quran, pemerkosaan di masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga Rakhine untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya," ungkap Dr. Mahmud Syaltout. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya