Berita

Retno Marsudi/net

Politik

PEMBANTAIAN ROHINGYA

Menlu Retno Harus Panggil Dubes Myanmar

Aktivis HAM Indonesia Dituntut Bersikap
SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 07:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak cuma harus mengambil langkah-langkah diplomasi dan politik internasional guna menghentikan pemberangusan etnis Rohingya oleh kaum radikal Buddha dan militer Myanmar.

Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, juga mesti memanggil Duta Besar Myanmar di Jakarta dan menyampaikan sikap tegas Indonesia terhadap situasi "genosida" terhadap kaum Muslim Rohingya.

"Secara bilateral, saya rasa perlu segera Kemenlu RI memanggil Dubes Myanmar, dan menyampaikan sikap Indonesia agar Myanmar segera menghentikan semua bentuk kekerasan terhadap etnis Rohingya. Itulah salah satu wujud dari menciptakan perdamaian dunia, dan menegakkan kemanusiaan yang adil dan beradab," kata salah satu Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, Mahmuddin Muslim, dalam keterangan persnya.


Dia juga menuntut gerakan masyarakat sipil Indonesia yang peduli isu HAM dan kemanusiaan segera mendorong Komisi Tinggi HAM bersikap dan bertindak mengatasi kejahatan kemanusiaan di Myanmar.

"Organisasi pembela HAM bisa meminta Komisi Tinggi HAM PBB untuk menerjunkan Special Rapporteur For Human Right ke Myanmar," lanjut Mahmuddin.

Pemerintah Indonesia, bersama dengan komunitas internasional, wajib meminta PBB segera menerbitkan resolusi guna menghentikan genosida Rohingya. Menurutnya, kejahatan kemanusiaan di Rakhine tidak bisa dibiarkan karena ajaran agama apapun tidak membenarkan tindakan biadab tersebut.

"Kaum radikal Buddha yang terlibat dalam pembantaian ini memperlihatkan pada kita bahwa radikalisme itu bisa tumbuh dan berkembang di kalangan komunitas, suku atau agama apapun. Saatnya dunia lebih adil menempatkan stigmatisasi radikalisme," tutupnya. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Direktur Namarin Bongkar Deretan Kekecewaan Iran terhadap Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:58

Malaysia Lolos Selat Hormuz, Indonesia Masih Tahap Lobi

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:56

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Terukur Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:26

Doa di KM 50, PUI Singgung Dugaan Pengaburan Fakta

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:24

Perintah Trump Lumpuhkan Listrik Iran adalah Kejahatan Perang

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:11

Pemulihan Pascabencana di Sumut Masih Tahap Perencanaan

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:43

Perbakin DKI-Jabar-Banten Gelar Kejuaraan Menembak Multi Event 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:23

Awalil Rizky Wanti-wanti Dampak Lonjakan Energi Global terhadap RI

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:14

Wali Kota Pendudukan Kiryat Shmona Murka ke Netanyahu Cs

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:11

Optimisme Purbaya Harus Dibarengi Kinerja Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:48

Selengkapnya