Berita

Siti Masitha/Net

Hukum

Dewan Pakar: Wali Kota Tegal Bukan Kader Golkar

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 22:04 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono memastikan bahwa Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno bukanlah kader partainya.

"Dia (Siti Mashita) jadi wali kota diusung lewat Golkar sekitar tahun 2013, tapi bukan kader Golkar," kata Agung kepada wartawan di kediamannya, Jakarta (Jumat, 1/9).

Menurutnya, sampai sekarang belum pernah ditemukan nama Siti Mashita dalam jajaran kepengurusan partai beringin.


"Sewaktu didukung DPP Partai Golkar, Siti Mashita dalam posisi sebagai kader Nasdem yang awalnya disiapkan Nasdem jadi caleg 2014," beber Agung.

Terkait bantuan hukum dari Golkar untuk Siti Mashita, Agung menilai hal itu sah-sah saja diberikan sebagai partai yang pernah mengusung.

"Jika akan diberikan batuan hukum sah-sah saja karena diusung Partai Golkar. Sebaiknya lewat mekanisme hukum yang berlaku," ujar Agung.

Meski demikian, Agung yang juga ketua umum PPK Kosgoro 1957 menyebut, penangkapan Siti Mashita dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi adalah murni terkait tindak pidana, dan bukan pengalihan isu politik.

"Saya tidak percaya bahwa itu pengalihan isu karena murni kejadian karena di era sekarang yang transparan. Saya percaya pada istitusi KPK memiliki dasar yang kuat untuk lakukan OTT terhadap Wali Kota Tegal Siti Mashita," demikian Agung.

KPK sebelumnya menangkap Wali Kota Tegal Siti Masitha bersama Ketua DPD Partai Nasdem Brebes Amir Mirza, dan dua pejabat RSUD Kardinah, terkait kasus suap dana kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang/jasa Pemkot Tegal tahun 2017 senilai Rp 5,1 miliar. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya