Berita

Abdul Haris Semendawai/net

Hukum

LPSK Akui Pernah Ajak Saksi Bertamasya

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 18:56 WIB | LAPORAN:

Beberapa saksi yang ada di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkadang mendapat fasilitas hiburan dan tamasya agar tidak jenuh.

Demikian diakui Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai, saat berbicara dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK), di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/8).

Namun, karena keterbatasan anggaran, LPSK tidak mungkin mengajak seorang saksi untuk bertamasya ke tempat yang mewah atau membutuhkan biaya besar.


"Tapi tidak sampai ke Raja Ampat," tegas Abdul Haris.

Hal itu ia katakan menanggapi pertanyaan salah satu anggota Pansus. Memang, pengakuan salah seorang saksi kasus korupsi, Niko Panji Tirtayasa, menjadi salah satu sorotan dalam rapat itu. Saat dihadirkan Pansus KPK di DPR RI beberapa waktu lalu, Niko mengaku pernah diajak LPSK ke Raja Ampat dengan menggunakan jet pribadi.

Pengakuan Niko lainnya adalah tentang dirinya yang pernah diberikan sejumlah uang sebagai insentif bagi kesaksian yang dia berikan. Pansus pun mempertanyakan itu.

Menjawab itu, Abdul Haris mengatakan bahwa LPSK juga memberi semacam uang transportasi atau biaya hidup untuk saksi yang tengah dilindungi.

"Tapi dalam pelaksanaannya tidak dalam bentuk uang, jadi diberikan dalam bentuk fasilitas. Misalnya, saksi ingin pergi, kami siapkan kendaraan. Untuk biaya hidup kami siapkan makanan, janitor dan sebagainya, tidak kami berikan dalam bentuk uang," terangnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya