Berita

Net

Hukum

Miryam Protes Ibunya Disebut Terima Uang Dari Sugiharto

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 16:49 WIB | LAPORAN:

Mantan Bendahara Partai Hanura, Miryam S. Haryani tidak terima dengan kesaksian Sugiharto yang menjebut dirinya pernah menerima uang.

Terdakwa kasus pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara korupsi proyek kartu identitas elektronik (e-KTP) itu juga keberatan jika ibunya disebut-sebut menerima uang dari Sugiharto.

Menurut pengakuan Sugiharto, penyerahan uang terjadi pada 2011. Kepada majelis hakim, Miryam menegaskan di tahun itu dirinya tidak tinggal di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Begitu juga dengan ibunya.


"Saya keberatan dengan semua keterangan saksi yang mulia. Pak Sugiharto bilang datang ke rumah saya tiga kali ketemu dengan ibu saya, semua di tahun 2011. Saya belum tinggal di sana dan ibu saya jarang sekali tinggal di rumah saya," jelas Miryam di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/8).

Lebih lanjut, dia juga menilai bahwa kesaksian Sugiharto yang merupakan mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri amat tidak jelas. Terlebih Sugiharto hanya menyebut menyerahkan uang di kediamannya di Tanjung Barat. Mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut kembali menegaskan dirinya tidak bermukim di wilayah itu pada 2011.

"Saya juga tidak tahu alamat jelasnya, katanya di kompleks Tanjung Barat, Tanjung Barat yang mana. Tahun 2011 itu saya belum tinggal di situ," ujar Miryam.

Dalam persidangan sebelumnya, Miryam pernah bercerita soal adanya kiriman paket yang diterima oleh asisten rumah tangganya. Hal itu diungkapkan pengacara Elza Syarif saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Miryam, Senin lalu (21/8).

Saat itu, Elza mengaku pernah membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Miryam saat menjadi saksi kasus korupsi proyek e-KTP di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurut Elza, salah satu isi dalam BAP mengenai penerimaan paket dari terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Sugiharto.

"Dia bilang tidak benar yang terima itu, Nini pembantunya (Miryam) yang sudah tua yang sudah pergi. Jadi diterima dari terdakwa, tapi tidak tahu isinya. Cuma di BAP itu diberikan oleh Sugiharto," beber Elza.

Lanjutnya, saat itu, Miryam menyatakan komplain bahwa dirinya tidak pernah menerima paket dari Sugiharto. Miryam juga telah menjelaskan dalam BAP bahwa paket tersebut diterima oleh Nini. Elza mengatakan fakta sebenarnya Miryam tidak tahu bahwa paket tersebut berisi uang. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya