Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Iran Keluhkan Penghapusan Aplikasi Di App Store

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 23:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Menteri Telekomunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi mengatakan bahwa Iran akan secara hukum mengejar Apple karena menghapus aplikasi buatan Iran dari App Store.

Perusahaan teknologi AS itu telah mengutip sanksi Amerika setelah sejumlah startup dan pengembang online Iran untuk melakukan penghapusan pada aplikasi Iran di App Store.

"Di bawah peraturan sanksi AS, App Store tidak dapat meng-host, mendistribusikan atau melakukan bisnis dengan aplikasi atau pengembang yang terhubung dengan negara-negara yang diembargo AS tertentu," kata Apple dalam sebuah pesan seperti dimuat Press TV.


Sanksi terhadap Iran dicabut tahun lalu setelah perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara dunia, bagaimanapun, Presiden AS Donald Trump telah mendorong lebih banyak sanksi yang menurut Republik Islam melanggar kesepakatan tersebut.

Menteri Jahromi mengatakan Apple harus menghormati konsumen Iran yang diperkirakan naik ke atas dari 7 juta.

"Sebelas persen pangsa pasar ponsel Iran dimiliki oleh Apple. Memberikan penghargaan terhadap hak konsumen adalah prinsip yang tidak diikuti oleh Apple, "Jahromi mentweet jelang akhir pekan ini.

"Kami akan menindaklanjuti pemotongan aplikasi secara legal," tambahnya.

Pasar Apple di Iran terkait dengan pemegang iPhone yang jumlahnya dilaporkan lebih tinggi daripada pengguna Android.

Apple sendiri tidak memiliki toko resmi di Iran. Para pengguna IPhone biasanya mendapatkan gadget mereka dari  tempat-tempat seperti Dubai dan Hong Kong atau kerabat yang mengunjungi Amerika Serikat.

Saat ini ada ribuan aplikasi di Iran yang dikembangkan oleh para pemula yang juga memberikan layanan kepada pengguna Iran melalui App Store di luar negeri.

Toko online Terkenal Digikala, Snapp yang mengendarai sepeda, pengiriman makanan online, Delion Foods dan pasar e-commerce Bamilo adalah beberapa perusahaan yang telah melihat aplikasinya dihapus oleh Apple.[mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya