Berita

Tentara Myanmar/Net

Global

Kekerasan Kembali Meningkat, Ribuan Muslim Rohingya Kabur Ke Perbatasam

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 22:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan warga Muslim melarikan diri ke perbatsan bagian barat Myanmar dengan Bangladesh jelang akhir pekan ini.

Eksodus itu terjadi menyusul tindakan keras pasukan keamanan Budhis terhadap komunitas Rohingya atas serangan baru-baru ini terhadap pos-pos polisi.

Eksodus tersebut terjadi dua hari setelah puluhan polisi dan pos perbatasan di Rakhine diserang oleh pejuang Tentara Keselamatan Arakan Rohingya, sebuah kelompok yang mengaku menganjurkan Muslim Rohingya untuk melakukan tindakan keras selama bertahun-tahun di Rakhine. Sebanyak 89 orang, termasuk 12 personel keamanan, tewas dalam serangan Kamis dan operasi militer berikutnya, menurut pemerintah Myanmar.


Dalam eksodus akhir pekan ini, tentara Myanmar menggunakan peluru mortir dan senapan mesin untuk menembaki ratusan penduduk desa Rohingya yang melarikan diri. Penjaga perbatasan Bangladesh juga mengkonfirmasi laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa penembakan tersebut terjadi di pos perbatasan Ghumdhum dimana ribuan orang telah terdampar sejak Jumat, ketika bentrokan baru dimulai.

"Mereka telah menembaki warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak, bersembunyi di perbukitan di dekat garis perbatasan (perbatasan),"  kata kepala stasiun Perbatasan Bangladesh, Manzurul Hassan.

"Mereka menembakkan senapan mesin dan peluru mortir tiba-tiba, yang menargetkan warga sipil," sambungnya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya