Berita

Tentara Perancis/Net

Dunia

Ratusan Istri Tentara Perancis Protes Nasib Suaminya

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan wanita yang menikah dengan tentara Perancis menggelar aksi unjuk rasa di Paris akhir pekan ini.

Mereka mengecam kondisi kerja yang menyedihkan yang dialami oleh tentara Perancis.

Protes tersebut diselenggarakan oleh kelompok Istri Angkatan Darat Angry, yang memiliki hampir 5.200 anggota.


Sejumlah pengunjuk tasa menyebut bahwa sejumlah tentara yang bertugas anti-teror ditahan di hanggar yang lembap dipenuhi kecoak dan kutu.

Melalui aksi protes tersebut, istri-istri tentara tersebut memiliki sejumlah tuntutan, di antaranya adalah diakhirinya sistem pembayaran tentara saat ini yang dinilai merugikan mereka.

Selain itu, mereka juga prihatin dengan kurangnya dukungan untuk keluarga tentara yang menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD).

"Kami merasa benar-benar tidak berdaya, kami tidak tahu bagaimana mengatasi kondisi tersebut, bagaimana mendukung orang-orang kami," kata salah seorang pengunjuk rasa, Crépin, yang suaminya memiliki PTSD setelah bertugas di Afghanistan.

"Kami ingin menunjukkan ketidaknyamanan, kegelisahan dan kemarahan kami," sambungnya.

Selain itu, mereka juga menuntut perhatian akan nasib janda tentara serta bantuan dari pemerintah. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya