Berita

Sebastian Gorka/BBC

Dunia

Lagi, Think Tank Trump Mundur Dari Gedung Putih

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 22:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump yakni Sebastian Gorka angkat kaki dari Gedung Putih.

Dikabarkan BBC akhir pekan ini, tidak jelas apakah Gorka dipecat atau mundur atas kemauannya sendiri.

"Kejadian baru-baru ini jelas bagi saya bahwa kekuatan yang tidak mendukung MAGA (Make America Great Again) saat ini di Gedung Putih," tulis Gorka dalam suratnya baru-baru ini.


"Sebagai hasilnya, cara terbaik dan paling efektif untuk mendukung Anda, Tuan Presiden, berasal dari luar Rumah Rakyat," sambungnya.

Dalam surat yang sama ia juga menyebut bahwa individu-individu yang bisa mewujudkan slogan MAGA justru telah mundur dari internal presiden atau bahkan dihapus secara sistematis.

"Ini dibuat dengan sangat jelas saat saya membaca teks pidato Anda di Afghanistan minggu ini ... Fakta bahwa mereka yang merancang dan menyetujui pidato tersebut menghapus penyebutan Radikal Islam atau terorisme Islam radikal membuktikan bahwa elemen penting dari kampanye kepresidenan Anda adalah kalah," sambungnya.

Langkah ini diambil seminggu setelah Gedung Putih memecat kepala strategi ultra konservatif Gedung Putih Steve Bannon.

Gorka bekerja untuk Bannon sebelum mereka berdua bergabung dengan pemerintahan Trump. Ia adalah editor keamanan nasional di situs berita Breitbart Bannon. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya