Berita

Yingluck Shinawatra/Net

Dunia

Hindari Ancaman Bui 10 Tahun, Eks PM Thailand Kabur Ke Dubai?

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 16:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra dikabarkan telah melarikan diri ke Dubai demi menghindari ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun.

Sumber dari partainya, Puea Thai Party mengatakan, Yingluck meninggalkan Thailand pekan lalu dan terbang melalui Singapura ke Dubai dimana saudara laki-lakinya, yang juga merupakan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan tinggal di pengasingan yang dipaksakan untuk menghindari hukuman penjara tahun 2008 karena korupsi, memiliki sebuah rumah.

"Kami mendengar bahwa dia pergi ke Kamboja dan kemudian Singapura dari tempat dia terbang ke Dubai," kata seorang anggota senior Partai Puea Thai seperti dikabarkan Reuters akhir pekan ini.


Sementara itu, Wakil kepala polisi nasional Jenderal Srivara Rangsibrahmanakul mengatakan polisi tidak memiliki catatan Yingluck telah meninggalkan negara tersebut dan mengikuti perkembangan dengan seksama.

Yingluck sendiri tidak muncul di pengadilan di Bangkok pada hari Jumat di mana ia diagendakan untuk mendengar sebuah keputusan atas kasus yang menjeratnya.

Pengadilan mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa Yingluck mengalami masalah telinga sehingga tidak bisa hadir di pengadilan.

Sebagai informasi, Yingluck digulingkan pada tahun 2014 lalu di mana ia kemudian menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya