Berita

UBer/Net

Dunia

Siap Bayar Denda, Uber Segera Beroperasi Kembali Di FIlipina

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 15:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Layanan transportasi Uber akan segera kembali beroperasi di Filipina setelah regulator sepakat untuk mencabut larangan yang diajukan dengan imbalan denda.

Pemerintah Filipina sebelumnya mensuspensi Uber selama satu bulan pada tanggal 14 Agustus menyusul pergumulan mengenai izin pengemudi, yang memicu kemarahan publik.

Kehadiran Uber memicu kekhawatiran dari bus, kereta, taksi dan layanan transportasi publik lainnya di Manila.


Namun akhir pekan ini, badan transportasi pemerintah Filipina mengatakan akan mencabut larangan tersebut menyusul banding Uber. Perusahaan tersebut memerintahkan perusahaan AS tersebut membayar denda sebesar 190 juta peso dan memberikan bantuan keuangan untuk mendapatkan pendapatan yang hilang.

"Layanan berbagi tumpangan online dari responden USI (Uber) akan dipulihkan saat telah membayar denda dan bantuan dana tersebut dikirim," kata sebuah resolusi Pengangkutan dan Pengawasan Pasar Angkutan Darat seperti dimuat Channel News Asia.

Uber mengatakan akan mematuhi keputusan tersebut, yang juga mengharuskannya untuk membayar sekitar 391.000 dolar AS per hari untuk bantuan keuangan. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya