Berita

Helmiyati Basri/Net

Peluang Kerja Bidang Teknik Pengelasan Terbuka Luas Di Dalam Dan Luar Negeri

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 19:14 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kerjasama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. Termasuk  didalamnya industri teknis pengelasan yang masih membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Helmiyati Basri, saat memberikan sambutan pada pembukaan “Iwatani-API/IWS Welding Contest in Indonesia 2017” di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (24/8).

"Peluang kerja di bidang teknik pengelasan masih terbuka luas. Para tenaga kerja di bidang ini dibutuhkan perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri. Karena itu, pemerintah terus mendorong ketersediaan tenaga kerja bidang pengelasan yang terampil dan kompeten yang siap memasuki dunia kerja," katanya.


Perlombaan teknik pengelasan tingkat nasional sendiri, kata Helmiyaty diselenggarakan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) atau Indonesian Welding Society (IWS), Iwatani Coorporation dan Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIG) dengan peserta yang berasal dari para pekerja  dari berbagai perusahaan Jepang, dan perusahaan lainnya di area JABODETABEK.

Kegiatan sendiri tambah Helmiyaty merupakan ajang  untuk menunjukkan kemampuan para tenaga kerja Indonesia di bidang pengelasan. Kontes yang diselenggarakan di BBPLK Bekasi ini adalah penyelenggaraan kedua kalinya, setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2016.

Helmiaty mengatakan sinergi antara program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah dengan dunia industri sangat penting. Hal ini dibutuhkan agar link and match antar keduanya dapat tercapai. Sehingga, kebutuhan akan tenaga kerja kompeten dapat tercapai dengan maksimal.

"Keterlibatan swasta dalam mendukung program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini. Kita berharap para tenaga kerja di bidang teknik pengelasan ini kian mampu bersaing di perusahaan-perusahaan  nasional dan internasional dengan kemampuan dan keahlian mumpuni yang tidak diragukan lagi kualitasnya," paparnya.

Ditambahkan Helmiaty dengan ditunjuknya BBPLK Bekasi sebagai tuan rumah kompetisi ini diharapkan kedepannya pihak Iwatani juga dapat mensinergikan dengan program BBPLK Bekasi yang lainnya. Saat ini, BBPLK Bekasi sendiri fokus pada 2 (dua) kejuruan, yaitu elektronika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Helmiyati juga menambahkan, keterlibatan BBPLK Bekasi dalam penyelenggaraan Iwatani-API/IWS Welding Contest In Indonesia 2017 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kompetensi anak bangsa.

"Indonesia saat ini kekurangan tenaga kerja terampil. Pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan menempati posisi ke-7 negara ekonomi terbesar di dunia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil. Hal ini berarti Indonesia harus menciptakan 4 juta tenaga kerja terampil setiap tahunnya," kata Helmiyati mengutip arahan Presiden Jokowi .

Untuk mempercepat peningkatan kompetensi pekerja, Kemnaker melakukan terobosan melalui program 3R BLK (Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding) di  Balai Latihan Kerja. Saat ini terdapat 301 BLK di seluruh Indonesia dimmana 17 diantaranya milik pemerintah pusat, dan sisanya milik pemerintah daerah tingkat provinsi, Kabupaten/Kota.

Tiga Balai Latihan Kerja yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung Bekasi, dipilih sebagai pusat pengembangan program tahap pertama. BBPLK Bekasi akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kejuruan elektronika dan teknologi informasi. BBPLK Serang ditunjuk sebagai pusat pengembangan kejuruan las dan listrik. Sementara BBPLK Bandung sebagai pusat pengembangan kejuruan manufaktur dan otomotif. [wid]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya