Berita

Nusantara

Dana Desa 2018 Fokus Pengentasan Kemiskinan

JUMAT, 25 AGUSTUS 2017 | 10:14 WIB | LAPORAN:

. Anggaran dana desa untuk 2018 tidak bertambah. Tepatnya masih di kisaran Rp 60 triliun rupiah untuk 74.910 desa di seluruh Indonesia. Namun akan ada perubahan rasio pembagi yang akan mulai diberlakukan tahun depan.

"Rasio pembaginya akan berubah dari 90 : 10 di tahun ini, menjadi 80 : 20 tahun depan," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi melalui siaran persnya, Jumat (25/8).

Hal itu, disampaikan Anwas di acara Village Development Forum and International Symposium "Representing Village: Democracy, Autonomy, and Prosperity di Jakarta, Kamis kemarin (24/8).


Menurutnya, terjadi perkembangan kategori desa berkembang, maju dan mandiri dari total 28 ribu desa yang ada.

Dengan rasio pembagi dana desa tersebut, 80 persen dari total dana desa akan dibagi secara merata jumlahnya ke seluruh desa. Sedangkan 20 persen lainnya, akan dibagi dengan mempertimbangkan empat variabel. Yaitu, jumlah penduduk, luas wilayah desa, kondisi kemiskinan, dan letak geografis.

"Otomatis desa-desa yang sudah mandiri akan berkurang dana desanya. Karena akan difokuskan pada desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal," terang Anwar.

Saat ini, kata Anwar, ada sekitar 60 persen dari 74,910 desa yang masuk kategori desa tertinggal dan sangat tertinggal. Selebihnya, masuk kategori desa berkembang, maju dan mandiri.

Sebagian besar desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal ada di luar pulau Jawa. Terutama di daerah timur wilayah Indonesia.

"Khusus desa yang tertinggal dan sangat tertinggal, akan dapat alokasi lebih dibanding yang berkembang, maju, apalagi mandiri," sebut Anwar.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan melakukan survei untuk melihat sejauh mana efektivitas dana desa dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di desa.  

Sementara itu, Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo meyakini, melalui perubahan paradigma pembangunan nasional akan berdampak positif terhadap kesenjangan.

"Membangun dari pinggiran juga akan mengikis ketimpangan di bidang ekonomi, sosial dan politik antara wilayah perkotaan dan pedesaan," timpal Eko.

Terkait kegiatan VDF, Kemendes PDTT menggaet pemerintah Australia melalui program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan).

Kegiatan ini mengundang perwakilan sejumlah negara, seperti India, Korea, Thailand, Australia, dan Jepang untuk menjadi ajang berbagi praktik baik pengelolaan desa di setiap negara.

Negara-negara yang menjadi peserta merupakan negara yang memiliki karakteristik serupa dalam pembangunan desa.

"Kita sharing pengalaman dalam membangun desa yang dilakukan di setiap negara, jika ada yang bagus bisa diadaptasi," urai Anwar.

Ministes Consellor Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Kedutaan Australia, Fleur Davies mengatakan sangat bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Terutama melalui penguatan kebijakan antara pusat dan daerah.

"Membantu Indonesia dalam meningkatkan efektivitas transfer fiskal ke daerah, serta mengenalkan pendekatan inovatif dalam mendekatkan layanan publik ke masyarakat di lini terdepan," papar Davies. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya