Berita

Kisah Sukses Koptan Gema Palagung Jadi Distributor Pupuk Di NTT

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 14:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pilihan sulit yang diambil Imanuel Polin untuk mundur dari PT Pos Indonesia demi menggeluti dunia koperasi berbuah manis.

Namun demikian, Imanuel Polin menjelaskan bahwa perjuangannya itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kisah kesuksesan itu dimulai saat dirinya menjadi anggota Koperasi Pertanian (Koptan) Gema Pakagung di Kabupaten Kupang, NTT pada tahun 1999.

"Saat itu, saya juga masih terikat sebagai pegawai PT Pos," kenang Imanuel Polin yang akrab disapa Impol.


Tapi berhubung koperasi itu sudah tidak aktif lagi, cerita Impol, dirinya dipanggil pembina dan pengurus lama koperasi untuk mengaktifkan kembali. Maka, pada 2010 dilaksanakan Rapat Anggota Luar Biasa.

"Dalam rapat tersebut saya terpilih sebagai Ketua dan diberi kepercayaan untuk mengelola Koperasi Pertanian Gema Palagung," kata Impol.

Langkah Impol membesarkan Gema Palagung bukan hasil 'simsalabim'. Melainkan hasil perjuangan panjang tak kenal lelah dalam menghadapio berbagai cobaan.

Beruntung pada tahun 2010, Koptan Gema Palagung mendapat bantuan dana dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp 50 juta.

"Melalui rapat anggota, dana tersebut kami salurkan ke anggota koperasi untuk pembelian sapi ternak yang sampai saat ini masih dipelihara oleh anggota koperasi," kata dia.

Pada 2011, Koptan Gema Palagung kembali mendapat bantuan dana dari Kemenkop dan UKM untuk pengadaan pupuk sebesar Rp 100 juta. Begitu juga pada 2014, kata Impol, koperasinya mendapat bantuan dana lagi dari Kemenkop dan UKM sebesar Rp 65 juta.

Impol menjabarkan, bantuan dana Rp 100 juta digunakan untuk membesarkan unit usaha UKM Mart milik anggota koperasi yang sudah memiliki kios.

"Bermodal bantuan Rp 100 juta itu kami mengajukan permohonan kepada PT Pertani sebagai pengecer pupuk di Kecamatan Kupang Timur untuk jenis pupuk urea, NPK Phonska, SP36, ZA, dan Petroganik," papar Impol lagi.

Langkah Koptan Gema Palagung semakin melaju ketika pada 2015 dipercaya Kemenkop dan UKM sebagai distributor pupuk PT Petrokimia Gresik di Kabupaten Kupang yang membawahi 18 kecamatan.

"Pada 2016, kami dipercaya lagi oleh Petrokimia Gresik sebagai distributor pupuk di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka", imbuh Impol.

Laju Koptan Gema Palagung tak berhenti sampai disitu. Pada Maret 2017, mereka dipercaya PT Pupuk Kaltim sebagai distributor pupuk di Kabupaten Kupang yang membawahi 21 kecamatan.

"Banyak harapan kami ingin berbuat untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kupang, Belu, dan Malaka, lewat pendekatan ke petani sebagai distributor pupuk bersubsidi", kata Impol.

Kini, kinerja koperasi yang memiliki unit usaha simpan pinjam, penggemukan sapi, dan pengecer pupuk, semakin diperhitungkan.

"Dan sampai saat ini, koperasi ini aktif melaksanakan RAT setiap tahunnya dan memiliki jumlah anggota koperasi sebanyak 83 orang dengan susunan pengurus dan pengawas yang diangkat dalam RAT untuk periode kepengurusan tahun 2014-2018," kata Impol dengan bangga. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya