Dedi Mulyadi/Net
Dedi Mulyadi/Net
"Biaya untuk membeli sumber mata air itu bervariasi, tergantung dari luas lahannya dan nilai tanahnya. Tetapi, telah dihitung biayanya antara Rp 50 juta sampai Rp 2 miliar per titiknya," ujar Kang Dedi pada Rapat Paripurna Pembahasan Raperda APBD Perubahan 2017 di Gedung DPRD Purwakarta, Selasa (22/8).
Menurutnya, langkah itu harus dilakukan karena banyaknya mata air yang semula milik masyarakat, namun kini dikuasai perusahaan-perusahaan air minum dalam kemasan. Terutama mata air di daerah pegunungan, seperti Pasawahan, Pondok Salam, Wanayasa dan Bojong.
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58
Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09
UPDATE
Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31
Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53