Berita

Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Nama Zul Capres Disebut-Sebut Di Arena Rakernas

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 11:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Secara formal, PAN belum membicarakan siapa saja yang akan diusung dalam pilpres yang akan datang. Kalaupun ada nama-nama yang beredar, itu masih aspirasi dan pendapat personal.

Demikian ditegaskan Wakil Sekjen DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay dalam rilis tertulisnya kepada wartawan, Selasa (22/8).

"Mungkin karena momentum Rakernas ini, ada sebagian kader termasuk adek-adek di BM PAN yang ingin menyampaikan aspirasinya. Sebagai bagian dari aspirasi, kita harus mendengar dan menghormatinya. Namun keputusan terhadap hal itu belum ada," kata Saleh.


Kalaupun ada pembicaraan soal calon pemimpin nasional, lanjut Saleh, maka PAN menempatkan ketua umumnya, Zulkifli Hasan sebagai prioritas utama.

"Semua kader tentunya masih berjuang agar PAN mendapat tempat di hati masyarakat," imbuhnya.

Dengan demikian, Zulkifli juga bisa diterima dan dipertimbangkan untuk menjadi salah seorang calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilu 2019 nanti.

"Pak Zulkifli Hasan kan sudah punya pengalaman. Selain saat ini menjadi ketua MPR RI, beliau juga pernah menjadi menteri. Bahkan sebelumnya, juga pernah menjadi anggota DPR RI. Kami tentu tidak ragu dengan kapasitas beliau. Tadi malam, secara informal, ada banyak peserta yang menyebut-nyebut nama beliau di arena Rakernas," beber Saleh yang juga duduk di Komisi VIII DPR.

Soal nama-nama lain yang beredar di Rakernas III PAN, menurut Saleh itu hal yang lumrah.

"Politik itu sifatnya cair dan dinamis. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Karena itu, sebagai bagian dari dinamika demokrasi, nama-nama tersebut akan tetap menjadi bagian dari masukan dan referensi bagi PAN," ujar Saleh, diplomatis.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya