Berita

Nusantara

Kemenperin Tingkatkan Jumlah SDM Terampil

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 05:45 WIB | LAPORAN:

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya manusianya. Untuk itu, dalam upaya mendapatkan tenaga-tenaga SDM terampil, Kementerian Perindustrian menggenjot program pendidikan vokasi yang terkait dan sesuai antara SMK dengan industri.

Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengatakan, program akan terus dikembangkan di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Pengembangan SDM yang terampil dapat memacu produktivitas dan keunggulan sektor manufaktur nasional, selain melalui modal dan teknologi.

Kemenperin sendiri menargetkan terdapat 845.000 orang lulusan pendidikan vokasi pada 2019 mendatang. Sebagai bagian dari sasaran nasional menciptakan 1 juta SDM tersertifikasi.


Menurut Haris, selain upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan profesional, pihaknya juga menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan industri dengan sistem 3in1 atau pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja. Periode 2014-2016, mereka yang sudah terserap di perusahaan sebanyak 37.334 orang. Diklat antara lain memberikan materi pembelajaran bidang garmen, alas kaki, elektronika, animasi, pengolahan kakao dan rumput laut, kemasan, otomotif, serta furnitur.

"Kami pun akan memfasilitasi peningkatan kompetensi guru SMK melalui pelatihan dan pemagangan di industri, serta penyediaan silver expert sebagai tenaga pengajar di SMK," kata Haris kepada redaksi, Selasa (22/8).

Pada 2018, Kemenperin menargetkan tersedianya 1.050 tenaga pengajar yang kompeten dan profesional di SMK. Berbagai pelaksanaan program strategis tersebut berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

Unit-unit pendidikan di lingkungan Kemenperin menjadi role model karena telah menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis kompetensi.

"Para lulusannya hampir semua terserap di dunia kerja," ujar Haris.

Hingga saat ini, Kemenperin memiliki sembilan SMK, sembilan politeknik, dan satu akademi komunitas. Salah satu SMK di bawah binaan Kemenperin yang berprestasi adalah Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.

"Rata-rata nilai ujian nasional para siswa SMAKBO tertinggi dari seluruh SMK se-Jawa Barat," beber Haris.

Lebih jauh, Kemenperin selama ini juga fokus mendorong pendidikan berbasis kebutuhan industri, seperti SMK di Banda Aceh dengan spesialisasi pengolahan produk berbasis kelapa sawit. Sedangkan di Bandar Lampung, spesialisasi pengolahan karet dan singkong, Yogyakarta spesialisasi proses produksi minyak atsiri, Pontianak spesialisasi teknik mesin dan kimia, serta Makassar spesialisasi pengolahan kakao.

Politeknik dan Akademi Komunitas Kemenperin juga memiliki spesialisasi pendidikan untuk memenuhi pasar sektor manufaktur. Diantaranya berbasis teknologi industri pangan, komponen kendaraan, kimia, produk kulit, tekstil, dan pengolahan logam.

"Di Politeknik STTT Bandung akan dibuka program S2 untuk tekstil," demikian Haris. [wah]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya