Berita

Net

Nusantara

Kementan Tingkatkan Pengadaan Benih Unggul

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 | 01:59 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk pengadaan bibit dan benih pada 2018. Angka itu meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun ini yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2017 sebesar Rp 2,4 triliun.

"Tahun depan anggaran Rp 5,5 triliun untuk bibit dan benih," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai pelantikan pengurus Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) di kantornya, Jakarta (Senin, 21/8).

Menurutnya, dengan anggaran tersebut, MPPI diminta untuk menyediakan benih bersertifikat dengan target swasembada pangan. Kementan dengan MPPI bakal menjadi produsen pengadaan bibit dan benih holtikultura.


Untuk proses pendampingan, Kementan mengalokasikan Rp 180 miliar untuk dilaksanakan MPPI. Amran berharap sinergi dengan MPPI dalam pengawalan benih sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman.

"Tanpa MPPI, kami yakin tidak bisa optimal," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya ingin benih yang ditanam petani merupakan jenis unggul karena akan mempengaruhi hasil panen. Amran mencontohkan, kelapa sawit butuh empat tahun untuk mendapatkan hasil setelah ditanam, sedangkan komoditas karet butuh waktu lebih lama yaitu tujuh tahun.

Selain itu, sertifikasi dan hak paten juga menjadi jaminan tersedianya benih bermutu tinggi. Produksi benih berkualitas dinilai akan mengurangi impor benih. Saat ini, penyerapan subsidi benih lokal sudah mencapai 60 persen.

"Pemerintah bakal memproses sertifikasi tanaman holtikultura. Benih yang bakal dikedepankan sertifikasinya adalah pala, bawang putih, kedelai, cengkeh, kakao, mente, dan lada," imbuhnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya