Berita

Zulkifli Hasan/RM

Politik

Zulkifli Hasan: Kontestasi Politik Harusnya Tidak Mengkotak-Kotakkan

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 18:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Belakangan bangsa Indonesia dikepung banyak kesalahpahaman.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam pidato kebangsaan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN III Tahun 2017, di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8).

Menurut Zulhas, sapaan ketua MPR itu, salah paham pertama sungguh serius. Ada anggapan bahwa beragama berarti menjauh dari berbangsa. Tunduk pada ajaran agama dipandang sebagai tak bersetia pada paham kebangsaan. Dan menjadi pemeluk agama yang taat dunilai sebagai berkhianat terhadap prinsip berkeindonesiaan.


Padahal, di Indonesia, paham kebangsaan dan paham keagamaan saling menopang. Menjadi pemeluk agama yang taan adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik.

Salah paham kedua tak kalah seriusnya menurut Zulhas adalah kontestasi politik digunakan untuk memberi label sekaligus memisah-memisahkan kelompok dalam masyarakat.

"'Kami toleran' dan 'kalian intoleran'. 'Kami perawat kemajemukan' sementara 'kalian perusak kebhinekaan'. 'Kami penjaga Pancasila' dan 'kalian berkhianat pada Pancasila'. 'Kami cinta NKRI' sementara 'kalian menjauh dari paham NKRI'," paparnya.

Padahal, jelas Zulhas, kekalahan atau kemenangan dalam kontestasi politik adalah hal biasa dalam demokrasi. Tidak sepatutnya kalah atau menang dijadikan alat untuk mengkotak-kotakkan kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Sebut dia, demokrasi menuntut siapapun untuk siap menang secara layak dan kalah secara terhormat. Walhasil, kontestasi atau kompetisi politik semestinya disikapi dalam suasana rekonsiliasi bukan pemecah-belahan.

"Kita tak bisa biarkan pemberian label dan pengkotak-kotakan kelompok dengan menggunakan identitas pro-Pancasila, kemajemukan, toleransi dan kesetiaan pada NKRI itu. Secara khusus umat Islam menjadi sasaran dalam pelabelan dan pengkotak-kotakan ini," pungkasnya.

Kesalahpahaman ini kata Zulhas sungguh berbahaya. Sejarah republik ini sudah membuktikan bahwa umat Islam sudah khatam masalah toleransi. Bahkan umat Islam adalah pembela dan pecinta NKRI dan perawat kemajemukan.

"Umat Islam adalah pemberi sumbangan terbesar bagi terjaga dan terawatnya Pancasila," demikian Zulhas.[san]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya