Berita

Miryam S Haryani/Net

Hukum

Ketua KPK Tak Percaya Informasi Miryam

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memeriksa Miryam S Haryani terkait keterangannya yang menyebut ada pegawai KPK yang bertemu dengan anggota Komisi III DPR.

"Bisa jadi iya (Miryam diperiksa lagi)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo usai menghadiri Seminar Internasional Rekonstruksi Reformasi Administrasi Negara di Gedung Lembaga Administrasi Negara, jalan Veteran, Jakarta, Senin (21/8).

Menurut Agus, hal itu perlu dilakukan karena KPK belum mendapat sumber informasi yang jelas. Meski begitu ia meyakinkan bahwa independensi KPK sebagai sebuah lembaga masih terjaga.


"Sumber informasi juga belum jelas. Yang perlu kita klarifikasi kan nanti Miryam diminta tentang informasi itu lagi. Anggota DPR yang minta itu siapa. Baru penyidiknya siapa, kalau memang ada.Tapi saya rasa kok kalau penyidik KPK engga ya rasanya," papar Agus.

Pada Senin (14/8) lalu saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jaksa KPK memutarkan video pemeriksaan Miryam yang nampak berada di sebuah ruangan.

Dalam ruangan tersebut, ada dua penyidik senior, Novel Baswedan dan Ambarita Damanik. Kepada Novel, Miryam bercerita tentang tujuh penyidik KPK yang membocorkan jadwal pemeriksaanya ke Komisi III DPR. Bahkan salah satunya diduga sebagai unsur direktur KPK.

Atas kesaksian Miryam tersebut, pimpinan KPK diminta melakukan pemeriksaan internal guna klarifikasi. Namun begitu, Agus menolak membuka hasil pemeriksaan internal terhadap direktur penyidikan dimaksud.

"Belum (hasil pemeriksaan internal). Dan itu kan beliau (Dirdik) sendiri yang minta," pungkasnya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya