Berita

Foto/Net

Nusantara

Pesan Adhyaksa, 15 Ribu Peserta Raimuna Nasional Harus Jadi Perekat NKRI

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 10:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Raimuna Nasional XI di Cibubur, Jakarta Timur, resmi ditutup pada Minggu (20/8) malam. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault memimpin langsung upacara tersebut.

Dalam sambutannya, Adhyaksa menyampaikan beberapa pesan kepada 15.000 peserta Raimuna dari 34 povinsi dan 514 kota/kabupaten.

Salah satu pesannya, Adhyaksa meminta peserta membuat jaringan sebagai alumnus Raimuna Nasional yang kuat. Dengan jumlah peserta yang terdiri dari Sabang sampai Marauke akan menandakan bahwa Pramuka adalah perekat NKRI.
 

 
"Pramuka perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan adik-adik alumnus Raimuna berada di garda depan tugas mulia tersebut. NKRI harga mati ada di tangan adik-adik Pramuka," lantangnya.

Adhyaksa juga menyampaikan harapannya agar kelak peserta Raimuna Nasional bisa menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia.

"Kakak yakin, di antara kalian ada yang jadi pengusaha, bupati, gubernur, bahkan presiden. Kalau nanti adik-adik jadi presiden, jangan lupa kakak ya," tukasnya.

Adhyaksa menambahkan, jika kelak peserta Raimuna jadi pemimpin, hendaknya jangan mempersulit Gerakan Pramuka.

"Jadilah pemimpin yang mempermudah Gerakan Pramuka, bukan mempersulit," tegasnya disambut tepuk meriah ribuan peserta Raimuna.

Dalam acara itu, Adhyaksa juga memanggil Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Gerakan Pramuka seluruh Indonesia ke atas panggung. Menurutnya, mereka telah bekerja keras untuk menyukseskan Raimuna bersama Dewan Kerja Nasional.

Selain itu, diberikan pula cinderamata dan penghargaan kepada tujuh perwakilan kontingen luar negeri, yaitu Malaysia, Singapore, Taiwan, Pakistan, Nepal, India dan Bangladesh. Ribuan lampion, kembang api, dan teriakan NKRI Harga Mati semakin menambah kemeriahan acara penutupan tersebut. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya