Berita

Pertahanan

KPK Belum Bahas Ajakan Polri Bentuk Tim Gabungan Kasus Novel

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 19:58 WIB | LAPORAN:

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum membahas ajakan Polri untuk membentuk tim gabungan investigasi penyelesaian kasus Novel Baswedan.

Hal itu sebagaimana dikatakan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat ditemui di acara "Aku KPK" di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8).

"Beliau-beliau (pimpinan polri) itu berharap ada tim KPK yang bergabung di dalam timnya Polda. Ini yang belum dibicarakan secara internal di KPK, bagaimana modelnya," akunya.


Laode menjelaskan, pimpinan KPK masih akan mempelajari bentuk tim gabungan tersebut. Karena menurutnya, kasus Novel masuk dalam pidana umum yang bukan merupakan ranah penyidikan KPK.

"Sebenernya kan yang lebih tahu bagaimana penyidikan tindak pidana hukum itu adalah polisi, KPK nggak punya banyak keahlian. Tetapi kami sedang melihat, mempelajari itu," imbuhnya.

Ia menegaskan, keterlibatan KPK dalam mengungkap penyerang Novel tidak dilatarbelakangi adanya indikasi korupsi dalam kasus tersebut.

"Pak Kapolri bilang bahwa kalau ada KPK rasa percaya publik itu terhadap proses penyidikan akan lebih meningkat. Tapi kami juga bilang, kami nggak punya kemampuan untuk melakukan seperti itu. Oleh karena itu hal ini akan dibicarakan dulu di dalam internal KPK," jelasnya.

Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal, usai menunaikan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017.

Dalam perkembangan penanganan kasus tersebut, Polri telah merilis sketsa terduga pelaku kasus Novel pada akhir Juli lalu. Polri juga telah memeriksa kesaksian Novel di Singapura pada Senin (14/8) lalu. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya