Berita

Foto: Cenderawasih Channel

Pertahanan

Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil 2/MAPPI Bantu Evakuasi Pasien TBC Di Distrik Obaa

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 14:43 WIB | LAPORAN:

Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi membantu proses evakuasi pasien seorang ibu yang mengidap penyakit TBC.

Ibu yang bernama Germana berusia  45 tahun ini dibawa dari pelabuhan Distrik Obaa menuju RSUD kota Kepi, dengan menggunakan Speedboat pada pukul 10,00 WIT, Sabtu (19/8).

Kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat karena kondisi pasien yang sangat menahan rasa sakit.


Menurut Rianto (27), PMK Puskesmas Kampung Kotiak Distrik Passue yang turut mengantar pasien, sebelum tiba di pelabuhan Distrik Obaa, pasien dirujuk karena keterbatasan fasilitas kesehatan puskesmas dan kebutuhan obat-obat yang dibutuhkan tidak ada.

Karena kondisi pasien yang sudah tidak kuasa menahan rasa sakit, akhirnya segera dievakuasi dengan menggunakan speedboat yang menempuh perjalanan selama satu jam. Ini  satu-satunya transportasi yang bisa dilalui antar distrik hanya menggunakan transportasi air.

Proses evakuasi dibantu oleh Tim Pengabdian Masyarakat dan Sosial Budaya Ekspedisi NKRI subkorwil 2/ Mappi yang bertepatan dengan giat pengambilan data sekunder jalur tansportasi air antar distrik di pelabuhan distrik Obaa.

Suasana pelabuhan yang sangat ramai dengan kegiatan penurunan barang-barang dari kapal menyebabkan aktivitas proses evakuasi tidak terlalu diperhatikan masyarakat sekitar.

Tim ekspedisi NKRI yang berada di sana bergerak dengan cepat untuk membantu menurunkan pasien dari speedboat dan langsung menghubungi pihak RSUD kota Kepi agar segera mendatangkan ambulan ke pelabuhan.

Selama 15 menit menunggu akhirnya ambulan datang ke pelabuhan Distrik Obaa. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 15 menit menuju RSUD Mappi dari pelabuhan distrik Obaa.

"Jika lingkungan sekitar kita membutuhkan kita, kita harus membantu, karena mereka saudara kita,' ujar  Abdul Rojak Harahap, salah satu peserta ekspedisi yang ikut membantu evakuasi pasien.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya