Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kelaparan, 8,5 Juta Warga Ethiopia Butuh Bantuan Mendesak

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 23:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tak kurang dari 8,5 juta orang di 228 distrik di Ethiopia memerlukan bantuan pangan mendesak pada paruh kedua tahun ini. Angka tersebut naik dari 5,6 juta di bulan Januari.

Data itu diperolah dari penelitian yang dipublikasikan di ReliefWeb, sebuah situs web yang dijalankan oleh PBB.

Wilayah Somalia timur Ethiopia merupakan salah satu zona yang terkena dampak paling parah kekeringan dan memiliki seperempat kasus kekurangan gizi akut di negara tersebut.


Laporan PBB menyebut bahwa malnutrisi akut berat adalah suatu kondisi yang membunuh hingga separuh penderita di bawah lima tahun.

"Jumlah kabupaten yang membutuhkan intervensi segera menyelamatkan jiwa meningkat ke tingkat yang tidak terlihat sejak puncak dampak kekeringan El Niño pada tahun 2016," kata laporan gabungan tersebut, yang disusun oleh PBB dan pemerintah Ethiopia seperti dimuat Press TV.

Respon bantuan yang kuat hampir mengurangi separuh jumlah orang Etiopia yang membutuhkan bantuan pangan menjadi 5,6 juta orang sejak pertengahan 2016. Tapi kekeringan yang menghancurkan diikuti oleh musim semi musim semi yang buruk tahun ini di bagian selatan dan timur negara ini. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya