Berita

Konflik di Yaman/Net

Dunia

Studi: Arab Saudi Di Balik Penyebab Wabah Kolera Yaman

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 22:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Koalisi pimpinan Arab Saudi bertanggung jawab atas wabah kolera mematikan di Yaman saat ini.

Begitu bunyi penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Queen Mary University di London pekan ini. Dalam studi itu ditemukan bahwa  78 persen kasus kolera dan 81 persen kematian akibat penyakit ini terjadi di daerah-daerah yang terputus akibat pasokan akibat serangan dan blokade yang dipimpin oleh Saudi.

"Serangan udara yang dipimpin Saudi telah menghancurkan infrastruktur vital, termasuk rumah sakit dan sistem air publik, menyerang daerah-daerah sipil, dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal menjadi kondisi yang padat dan tidak sehat," tulis Jonathan Kennedy, Andrew Harmer dan David McCoy, peneliti penelitian tersebut seperti dimuat Press TV.


Disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae, kolera pertama kali menjadi wabah di Yaman Oktober lalu dan menyebar hingga Desember dan kemudian kembali muncul di akhir April tahun ini.

WHO mengatakan sekitar 30.000 pekerja kesehatan kritis belum dibayar gaji selama tahun lalu dan obat-obatan mengalami krisis karena tidak adanya pasokan.

Sejak Maret 2015, Yaman telah mengalami serangan udara oleh Arab Saudi dan beberapa sekutunya sebagai bagian dari kampanye untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah yang populer dan memasang kembali presiden yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi, Sekutu setia Riyadh.

Koalisi yang dipimpin Saudi mencakup sekutu Riyadh seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait dan Yordania.

Belum ada komentar dari Kementerian Luar Negeri Saudi terkait hal tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya