Berita

Global

AS Resmi Selidiki Kebijakan Kekayaan Intelektual Di China

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 17:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat secara resmi meluncurkan penyelidikan terhadap kebijakan China mengenai kekayaan intelektual.

Pejabat perdagangan utama Amerika Serikat, Robert Lighthizer, mengatakan bahwa kantornya kini telah menetapkan bahwa isu-isu kritis semacam ini layak dilakukan penyelidikan menyeluruh.

"Setelah berkonsultasi dengan pemangku kepentingan dan instansi pemerintah lainnya, saya telah menetapkan bahwa isu-isu kritis ini memerlukan penyelidikan menyeluruh," kata Lighthizer dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Reuters.


Sementara itu Gary Hufbauer, pengamat dari Institut Peterson untuk Ekonomi Internasional di Washington menyebut bahwa sbenasrnya masalah kekayaan intelektual dan kaitannya dengan China telah lama dikhawatirkan oleh Amerika Serikat.

Menurutnya, biaya tahunan untuk ekonomi AS dari barang palsu, perangkat lunak bajakan dan pencurian rahasia dagang diperkirakan mencapai 600 miliar dolar AS.

Namun demikian Hufbauer tidak mengetahui dengan pasti bagaimana pemerintahan Trump akan melanjutkan masalah tersebut.

Bisa jadi Trump membawa keluhan ke Organisasi Perdagangan Dunia, atau memutuskan untuk bertindak secara sepihak, yang akan memakan waktu lebih cepat.

Denda mungkin ditargetkan terhadap perusahaan individual. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya