Berita

Pasca serangan di Finlandia/BBC

Dunia

Polisi Finlandia: Serangan Pisau terkait Terorisme

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 16:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Polisi Finlandia saat ini menginvestigasi serangan pisau kemarin (Jumat, 18/8) sebagai bentuk terorisme.

Dikabarkan Reuters, pelaku penyerangan adalah remaja 18 tahun asal Maroko. Polisi Finlandia tidak merilis lebih lanjut soal identitas pelaku yang berhasil dilumpuhkan dengan tembakan dan ditangkap tak lama setelah melakukan aksinya tersebut.

Akibat serangan yang dilakukan, dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka di kota Turku Finlandia. Salah satu dari para korban adalah wanita yang ditikam beberapa kali di bagian leher hingga tewas.


Polisi telah menggerebek sebuah flat dan melakukan sejumlah penangkapan sepanjang Jumat malam kemarin. Flat yang digerebek terletak di daerah Varissuo, Turku, tempat tinggal populasi imigran besar di Finlandia.

"Kami sedang menyelidiki apa peran mereka dalam hal ini. Apakah mereka ada hubungannya dengan tindakan ini, atau apakah mereka terlibat dengan orang ini," kata detektif detektif Markus Laine kepada kantor berita Finlandia SST dan dimuat ulang BBC.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Paula Risikko menggambarkan tersangka tersebut sebagai "orang asing" dan menghubungkan serangan tersebut dengan pembunuhan di Barcelona. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya