Berita

Politik

Ketika Tantowi Yahya Jalankan Diplomasi Budaya Di Wellington

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Tiba-tiba suasana lndonesia dan Maluku begitu terasa di Hotel Bristol, sebuah cafe terkenal di Wellington pada Jumat malam (18/8).

Pengunjung yang memadati pub terkenal di ibukota Selandia Baru itu seakan diajak menjelajah Indonesia bagian Timur yang kental dengan nuansa Melanesia dan Pasifik melalui lagu-lagu manis dan dinamis yang dimainkan oleh JP Band dari Ambon.

Membuka penampilannya dengan lagu Pancasila yang agung, JP Band langsung menggebrak dengan lagu-lagu Maluku, Indonesia dan barat bertempo cepat dan riang seperti Bento, I Feel Good, Sugar dan beberapa lagu reagae dari Bob Marley. Kehangatan dan keceriaan begitu mudah terbangun dalam balutan suasana Pasifik lewat suara emas Willy, vocalis dan Errol si peniup saxophone.


Emosi pengunjung benar-benar dimainkan karena beberapa saat kemudian, pengunjung dibuat hanyut dalam suasana melankolis khas Maluku lewar lagu-lagu seperti seperti Sio Mama dan Beta So Move On. JP Band bermain selama 90 menit dengan mood dan kekompakan yang terjaga dan berkali-kali mendapat tepuk tangan panjang penonton.

KBRI Wellington dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Pemerintah Provinsi Maluku sengaja mengundang group dan penyanyi dari Maluku dalam rangka memperkenalkan kesenian dari Indonesia bagian timur yang kental dengan aroma Pasifik, Melanesia dan Polinesia kepada masyarakat Selandia Baru.


"Kepasifikan kita belum banyak diketahui oleh bangsa-bangsa di Pasifik," kata Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 19/8).

Dalam rangka misi itu, KBRI Wellington sengaja mengundang para duta besar dan high commissioner negara-negara Pasifik Selatan yang ada di Wellington. Nampak hadir tadi malam high commissioner Samoa yang juga kepala korps diplomatik di Wellington, high commissioner Solomon Islands dan Papua New Guinea, Dubes Timor Leste dan Dubes Filipina.

Dalam sambutannya menjelang pertunjukan, Tantowi Yahya menjelaskan masih banyak yang belum tahu bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasifik dan bangsa-bangsa Melanesia dan Polynesia. Padahal lima provinsi di Indonesia secara geografis terletak di Pasifik yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara. Dari sekitar 13 juta masyarakat Melanesia dan Polynesia di dunia, 8 juta diantaranya di Indonesia.

"Fakta geografis dan sosial budaya yang kita miliki inilah yang terus kami informasikan ke masyarakat Pasifik dalam berbagai upaya" jelas Tantowi.

Kementrian Luar Negeri saat ini tengah menggalakkan keterlibatan di Pasifik (Pacific Engagement) melalui berbagai program. Dan menurut Tantowi cara yang paling mudah adalah lewat budaya.

"Diplomasi budaya adalah satu-satunya diplomasi yang sanggup menembus seluruh batasan dan perbedaan," demikian Tantowi. [ysa]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya