Berita

Dunia

16 Juta Orang Terkena Dampak Banjir Di Asia Selatan

JUMAT, 18 AGUSTUS 2017 | 22:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 16 juta orang kini terkena dampak banjir musiman di seluruh Asia Selatan. Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) mengatakan bahwa hal itu menjadi salah satu krisis kemanusiaan regional terburuk selama bertahun-tahun.

Banjir di Nepal, Bangladesh dan India diperkirakan telah membunuh sekitar 500 orang dan diperkirakan akan semakin memburuk, mengingat adanya kekurangan pangan serta penyakit.

Martin Faller, wakil direktur regional IFRC, mengatakan lebih dari sepertiga Bangladesh dan Nepal saat ini terendam banjir, sementara sekitar 11 juta orang di empat negara bagian di India utara juga terkena dampaknya.


Puluhan ribu orang juga telah mengungsi.

"Ini cepat menjadi salah satu krisis kemanusiaan yang paling serius yang pernah dialami wilayah ini selama bertahun-tahun, dan tindakan mendesak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jutaan orang yang terkena dampak banjir yang menghancurkan ini," kata Faller dalam sebuah pernyataan.

"Jutaan orang di Nepal, Bangladesh dan India menghadapi kekurangan pangan dan penyakit yang parah akibat banjir yang tercemar," tambahnya seperti dimuat BBC.

Bangladesh, di mana tingkat banjir sudah berada pada rekor tertinggi, diperkirakan akan dilanda lebih lanjut karena sungai-sungai India yang membengkak meluap melewatinya dalam beberapa hari mendatang. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya