Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Kematian Ratusan Anak Di Yaman Jadi Tanggung Jawab Saudi

JUMAT, 18 AGUSTUS 2017 | 18:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi dinilai bertanggung jawab atas kematian anak-anak yang menjadi korban dalam konflik di Yaman sepanjang tahun lalu.

Merujuk pada laporan terbaru dari PBB, telah terverifikasi ada 1.340 korban tewas dalam konflik di Yaman tahun lalu. Dari total korban tersebut, sekitar 683 kematian atau 51 persen, terjadi akibat serangan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sedangkan Pemberontak Houthi bertanggung jawab atas pembunuhan atau melukai 414 anak-anak dan kelompok Al Qaeda serta ISIS bertanggungjawab atas sisa korban tersebut.


Dalam data yang sama, ditemukan bahwa total ada 502 anak-anak Yaman terbunuh dan 838 terluka dalam serangan.

"Kami meminta semua pihak untuk menghindari korban sipil dan terutama anak-anak. Dan di Yaman, kami secara khusus meminta semua pihak untuk mengizinkan akses kemanusiaan karena situasinya sangat mendalam," kata Jonathan Allen, wakil duta besar Inggris untuk PBB seperti dikabarkan Al Jazeera.

Draf laporan menggemakan temuan serupa dari tahun lalu ketika koalisi yang didukung AS dimasukkan dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena telah melanggar hak anak.

Namun draft itu dihapus oleh sekretaris jenderal Ban Ki-moon setelah Arab Saudi dan pendukung koalisi lainnya mengancam untuk menghentikan pendanaan banyak program PBB.

Ban mengatakan bahwa dia berdiri di samping laporan tersebut, yang mengatakan bahwa PBB memverifikasi 1.953 orang muda yang terbunuh dan terluka di Yaman pada tahun 2015. Angka tersebut melihat peningkatan enam kali lipat dibandingkan tahun 2014.

"Sekarang kita tahu ada draft dengan nama Saudi di atasnya. Mari berharap bahwa ketika daftar tersebut akhirnya menjadi publik dalam beberapa minggu mereka akan tinggal di sana," kata Akshaya Kumar, wakil direktur PBB Human Rights Watch. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya