Berita

Polisi mengamankan lokasi kejadian/Reuters

Dunia

Remaja 17 Tahun Tewas Dalam Operasi Anti-Narkoba Duterte

JUMAT, 18 AGUSTUS 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Filipina menjadi sorotan setelah seorang remaja 17 tahun menjadi satu dari sekitar 80 orang yang dibunuh dalam operasi perang melawan narkoba di negara tersut pekan ini.

Remaja 17 tahun itu bernama Kian Loyd Delos Santos. Polisi menyebut bahwa ia dibunuh karena terlebih dulu melepaskan tembakan ke polisi.

Hal itu memicu reaksi dari masyarakat Filipina yang meragukan bahwa remaja itu memiliki senjata dan lebih dulu melepaskan serangan.


"Membunuh orang miskin dan tidak berdaya bukanlah solusi untuk masalah narkoba saat ton metamfetamin diselundupkan," kata Senator Francis Pangilinan seperti dikabarkan Reuters.

Namun Kepolisian Filipina memastikan bahwa jika siswa kelas 11 itu ternyata terbukti tidak menimbulkan ancaman, petugas yang menembaknya pada hari Kamis malam (17/8) akan dimintai pertanggungjawaban.

Kepala polisi Metro Manila, Oscar Albayalde, mengatakan bahwa ketiga polisi yang menembak remaja itu  telah dibebaskan dari tugaskan dan mereka tengah terlibat dalam penyelidikan atas insiden yang terjadi di distrik Caloocan itu.

Polisi membunuh setidaknya 13 orang di Manila pada malam ketiga sebuah dorongan baru dalam kebijakan Presiden Rodrigo Duterte mengenai obat-obatan terlarang.

Awal pekan ini, 67 orang ditembak mati dan lebih dari 200 orang ditangkap di Manila dan provinsi yang berbatasan dengan ibukota Filipina sebagai bagian dari perang melawan narkoba. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya