Berita

Politik

Jenderal TB Hasanuddin Gagal Paham Dengan Doa Tifatul Sembiring

JUMAT, 18 AGUSTUS 2017 | 09:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Doa Tifatul Sembiring dalam sidang tahunan MPR tanggal 16 Agustus dengan agenda tunggal mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo terus menuai kontroversi. Doa yang menyerang fisik Presiden Joko Widodo tersebut dinilai sangat tidak etis dan berakhlak.

Politikus PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menegaskan bahwa ajaran Islam sangat dengan keras melarang mengolok-olok sesama manusia secara fisik. Bahkan dalam ajaran agama yang dipahami, tanda-tanda seseorang disebut sebagai manusia takabur atau sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan di saat yang sama melecehkan atau menghina sesama manusia.

"Apalagi menghina secara fisik. Bahkan dalam hadits yang saya baca ada keterangan Nabi  Muhamad SAW bersabda bahwa sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa, melainkan kepada hati dan amal. Dalam al-Quran juga disebutkan bahwa manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah manusia bertakwa. Bukan karena gemuk atau kurus, atau hitam dan putih dalam warna kulit," tegas TB Hasanuddin dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 18/8).


TB Hasanuddin menyadari bahwa memang ada sementara orang yang tahu agama namun secara amaliah jauh dari nilai-nilai agama tersebut. Pengetahuan mereka sama sekali tidak masuk ke dalam sanubari hati sehingga tak berdampak dalam kehidupan sehari-hari.

"Bayangkan orang yang pernah jadi menteri plus mantan presiden sebuah partai saja ketika berdoa ternyata masih belepotan. Jadi sangat disesalkan bila kemudin seseorang yang terpelajar seperti beliau yang mestinya berdoa dengan khusuk malah berdoa dengan tidak sungguh sungguh dan mencederai etika cara berdoa. Sebagai orang muslim saya gagal paham," tegas TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya